Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi menyerang kepemimpinan istrinya, Anne Ratna Mustika sebagai Bupati Purwakarta. Dia mengkritik istrinya yang tidak efesien alias boros dalam mengelola APBD Purwakarta.
Bukan hanya menelanjangi politik anggaran Bupati Purwakarta yang tidak efisien, Kang Dedi Mulyadi malah sesumbar kalau dia yang mencoret-coret APBD, maka bisa melakukan efisiensi anggaran yang tidak terlalu penting untuk digunakan dalam pembangunan daerah yang bermanfaat secara langsung untuk publik.
Hal ini disampaikan Kang Dedi Mulyadi saat dia bertemu Ketua DPRD Purwakarta, Ahmad Sanusi dan Kepala BKAD Purwakarta, R. Muchamad Nurcahja, yang ditayangkan lewat Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (9/12/2022).
Kang Dedi Mulyadi pada intinya menyatakan, kalau dia punya kewenangan untuk melakukan review atau evaluasi terhadap APBD Purwakarta, maka bisa melakukan efisiensi anggaran agar bisa diarahkan untuk kepentingan publik.
Dia mencontohkan ada pemborosan anggaran untuk sosialiasi, kegiatan rapat-rapat, ATK, kegiatan seremonial, termasuk rapat-rapat yang digelar di hotel. Juga ada anggaran untuk pembelian mobil dinas, di sisi lain masih ada beberapa mobil dinas yang dikuasai secara pribadi yang bukan pejabat lagi.
Begitu juga pembelian ratusan sepeda motor untuk kepala desa, yang mestinya bisa menggunakan dana bagi hasil (DBH) yang diarahkan untuk beli motor desa. Artinya, pembelian motor untuk desa itu tidak menggunakan uang Pemkab Purwakarta.
Kalau anggaran seperti itu bisa diefisiensi, dan dikumpulkan, maka anggaran itu cukup besar. Untuk membayar utang DBH sudah pasti lebih dari cukup.
“Kalau bukunya (APBD), dikasih ke saya, saya coret-coret, saya bisa menghasilkan Rp200 miliar efisiensi untuk pembangunan,” tegas Kang Dedi.
Akan tetapi, Kang Dedi saat ini tidak memiliki kewenangan untuk itu. Dia bukan bupati Purwakarta, juga bukan anggota DPRD Purwakarta.
Dia saat ini anggota DPR RI, sehingga hanya terkait APBN. Bahkan, dia tidak duduk di Badan Anggaran. Hanya di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perikanan, lingkungan hidup, dan lain-lain.
Kang Dedi pun menyatakan, dengan APBD Purwakarta saat ini yang mencapai Rp2,5 triliun, seharusnya Purwakarta bisa membangun lebih hebat dibanding saat dia memimpin. Sebab, saat dia menjadi bupati, APBD Purwakarta tidak sampai sebesar itu.
Akan tetapi, saat APBD Purwakarta tidak sebesar saat Anne Ratna memimpin, Kang Dedi bisa membangun Purwakarta dengan luar biasa.
Di antaranya, bisa bangun air mancur, gedung kantor di mana-mana, sekolah di mana-mana, jalan di mana-mana, anggaran setiap dinas tinggi, menggratiskan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga Purwakarta.
“Masa APBD Rp2,5 triliun tidak bisa kali lipat seperti dulu?,” tanya dia. (*)