Suara Denpasar - Peringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali Women Crisis Centre (WCC), Ni Nengah Budawati mengatakan bahwa perempuan Bali harus berani bicara.
Hal tersebut disampaikan Ni Nengah Budawati saat menggelar konser amal memperingati hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia sekaligus merayakan LBH Bali WCC yang ke 10 tahun.
Dia berharap, jika ada perempuan atau anak yang mengalami kekerasan atau siapapun yang mengetahui adanya kekerasan harap bisa berani bicara.
"Kami berharap perempuan Bali berani berbicara saja dulu. Ya melapor dan tahu di mana harus melapor, ucap dia.
Dia mengaku kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bali masih sangat marak terjadi, bahkan dalam setahun pihaknya bisa mengadvokasi kurang lebih 50-an kasus.
Namun kata dia, banyaknya laporan yang mereka terima merupakan sebuah pencapaian, karena pihak-pihak yang dirugikan (mendapat kekerasan) sudah mulai berani untuk bicara dan melapor.
"Saya pikir kalau kemudian di setiap tahun ada laporan yang meningkat itu bagus. Karena itu artinya sudah banyak orang yang berani melapor. Jadi bagi kami itu adalah sebuah keberhasilan," imbuh Budawati.
Untuk diketahui, konser amal tersebut digelar di gedung teater Art Centre Denpasar dengan tema 'Bersama Mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak', pada Sabtu, (10/12/2022).
Kegiatan yang melibatkan banyak komunitas perempuan dan anak tersebut dikatakan, nantinya hasil dari penjualan tiket konser amal akan dipakai oleh pihak LBH Bali WCC untuk operasional lembaga dan memperhatikan kelompok disabilitas yang selama ini diperhatikan oleh LBH Bali WCC.
Baca Juga: Portugal Tersingkir, Fernando Santos Tak Menyesal Cadangkan Cristiano Ronaldo Lawan Maroko
Selain itu, kata Budawati, pihaknya memang sengaja melibatkan anak kecil, remaja, dewasa dan yang sudah berkeluarga dalam kegiatan tersebut. Tujuan adalah untuk memberikan edukasi terkait bahaya Kekerasan.
"Jadi yang menikmati acara ini mulai dari anak kecil, muda kemudian sampai yang tua. Kita berharap semua orang harus satu pemahaman, satu visi terkait ketidakbolehan melakukan kekerasan," jelas Ni Nengah Budawati. (Rizal/*)