Suara Denpasar - Vidio syur kimono ungu yang diduga diperankan oleh Denise Chariesta dan RD sempat membuat warganet geger.
Tidak hanya warganet, ibu Denise Chariesta malah dibuat murka mengetahui tersebarnya vidio syur kimono ungu yang diduga publik adalah anaknya.
Denise Chariesta berusaha meyakinkan sang ibu bahwa wanita dalam vidio syur kimono ungu yang tersebar bukanlah dirinya. Pasalnya, sang ibu benar-benar turut termakan dengan isu miring diluar sana.
"Nih ya mah, ini bukan Ninis. Kan Ninis udah bilang mah. Kalau mamah gak percaya, mamah cek aja saklar di rumah Ninis, ada nggak yang begitu? kan nggak ada mah," kata Denise Chariesta dalam Youtubenya, Sabtu (11/12/2022).
Meski sang ibu masih sangat murka Denise Chariesta masih berusaha membuat sang ibu percaya dengan apa yang ia katakan serta menenangkan sang ibu.
"Mamah ini udah pasti bukan Ninis, jadi tenang aja," sambungnya.
Sebelumnya, Denise Chariesta sempat mengungkap bahwa dirinya pernah berhubungan suami istri dengan RD diduga publik adalah Regi Datau.
Bahkan wanita berusia 31 tahun itu menyebut RD sempat merekam saat mereka sedang melakukan hubungan suami istri.
Sempat khawatir vidio dirinya dengan RD tersebar, Denise akhirnya pasrah dan yakin jika ada vidio syur dirinya tersebar, sudah pasti adalah ulah RD.
Tersebarnya vidio syur kimono ungu yang diduga publik adalah Denise Chariesta ternyata tidak membuat wanita yang kerap disapa cadel itu takut.
Pasalnya, ia merasa wanita dalam vidio tersebut bukanlah dirinya. Ia menuding bahwa vidio berserta isu tersebut di buat oleh buzzer yang ingin membuat dirinya bungkam.
Karena selama ini Denise Chariesta tidak ada henti-hentinya membongkar aib RD selama 4 tahun selingkuh dengan dirinya.
"Menurut gue buzzer ini cuman suruhan buat dapat duit, makanya gue nggak pernah marah sama mereka. Ya gue marahnya sama penggalang dananya lah," ungkap Denise.
Denise pun mengukap jika memang wanita dalam vidio yang beredar ia secara terang-terangan akan mengakuinya.
"Tapi kalau ini gue, gue ngaku sih guys. Ya kejujuran awal dari keterbukaan," sambungnya. (*)