Suara Denpasar - Pelaksana proyek rehabilitasi Jalan Sedap Malam, Denpasar, langsung bergerak cepat untuk membersihkan saluran air dari sisi agregat bahan yang jatuh, Minggu 11 Desember 2022.
Itu menjadi jawaban atas kritik warga yang menilai proyek dengan dana miliaran tersebut dikerjai dengan asal-asalan.
Luhut, selaku pelaksana proyek kepada denpasar.suara.com via sambungan telepon mengatakan, pihaknya langsung ke lokasi bersama tukang guna melakukan pembersihan.
"Sekarang tukang tak ajak ke situ, untuk pembersihan (saluran) dan peninggian," paparnya.
Dia juga menjelaskan bahwa kontrak kerja akan berakhir pada 16 Desember 2022 nanti.
Jadi, masih ada spare waktu guna melakukan perbaikan dan pembersihan di lokasi proyek.
"Peninggian itu kita kerjakan sudah jadwalkan kemarin. Sedang mengerjakan saluran, bereman itu kan plat penutup saluran eksisting karena ngaspal 10 centi, kan lebih rendah plat penutupnya," papar dia.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan akan memperbaiki plat eksisting yang rusak dan yang jatuh nanti dinaikkan.
"Kalau saluran yang di Utara sudah selesai, aspal tinggal tambah peninggian dan pembersihan saluran yang agregat yang sempat jatuh. Penutup plat rencana besok pengaspalan," terang dia.
Untuk diketahui seorang warga berinsial Made S menilai proyek dengan nilai kontrak miliaran atau tepatnya Rp 9.263.070.000 itu hanya terlihat selesai di awal dan ujung proyek saja.
Sementara di tengah masih penggarapan saluran air dan juga belum di aspal. Di sisi lain, proyek dengan tanggal kontrak 16 Juni 2022 di supervisi PT. Kencana Adhi Karma dan penyedia CV. Selaras Abadi jika tidak dilakukan perbaikan akan berbahaya bagi pengendara yang melintas. ***