Suara Denpasar - Bali diguncang gempa berkali-kali pada, Selasa (13/12/2022) sore. Di antaranya dua kali guncangan yang sangat terasa yaitu masing-masing bermagnitudo 4,8 pukul 16:56 Wita dan bermagnitudo 5,2 Pukul 17:38 Wita.
Gempa tersebut berpusat di Timur Laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 kilometer. Dan tidak berpotensi tsunami.
BPBD Karangasem melaporkan gempa susulan sebanyak 17 kali yang telah tercatat melalui alat WRS Inatews di kantor BPBD Karangasem.
Diketahui, saat terjadi gempa semua pasien dan perawat RSUD Karangasem berlari keluar dan berkumpul di assembly point atau tempat berkumpul dalam jalur evakuasi.
Namun dilaporkan ada pasien yang masih trauma sehingga harus di rawat di assembly point atau tempat berkumpul dalam jalur evakuasi tersebut.
Mengetahui hal itu, Bupati I Gede Dana dan BPBD Karangasem bergerak cepat untuk membangun dua tenda bagi para pasien yang trauma tersebut.
Sebelumnya, BPBD Karangasem telah melaporkan dampak akibat gempa tersebut melalui laman websitenya.
Berikut rincian laporan Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS PB) BPBD Kabupaten Karangasem:
Kecamatan Kubu:
1. 4 rumah warga rusak di Dusun Baturinggit Kelod Desa Baturinggit.
2. Kamar mandi jebol milik I Nengah Sudana di Desa Ban, Br. Dinas Manik Aji.
3. Tembok rumah mengalami retak milik I Made Nangun Tapa Brata, di Br. Dinas Eka Adnyana, Desa Tianyar.
4. Tembok rumah mengalami retak dan genteng berjatuhan milik I Komang Agung Arya di Desa Tianyar, Br. Dinas Eka Adnyana.
Kecamatan Mangis:
1. Atap rumah rusak dan genteng berjatuhan milik Ni Putu Darmini di Dusun Pagubugan, Desa Manggis.
2. Atap Banjar/Balai Masyarakat rusak ringan di Br. Kelodan, Desa Ngis.
3. Kerusakan angkul- angkul rumah milik I Wayan Mudiarta di Br. Dinas Kanginan, Desa Pesedahan.
Kecamatan Karangasem:
1. Dua atap rumah rusak milik I Nengah Gunaksa dan Gede Suta, di Br. Susunan Desa Karangasem.
2. Atap rumah rusak milik An. Wayan Yasa, di Lingkungan Batannyuh kelod, Kelurahan Karangasem.
Selain kerusakan infrastruktur, terdapat 1 orang luka ringan atas nama I Nengah Dawan. Saat ini korban sudah mendapat perawatan di RSUD Karangasem.
Gempa tersebut menurut BPBD Karangasem, tidak berpotensi tsunami. (Rizal/*)