“Nah sepertinya benar karena tidak sedikit rakyat yang lebih senang guyonan, leyeh-leyeh, makan enak, kerjo enteng tapi minta gaji gede, alasannya karena negara sudah ada yang mikir, kita gak perlu mikir, terima jadi saja,” kicau akun @qtrix.
“Itulah buruknya sistem demokrasi bu. Suara tukang mabuk dan tukang sabu sama nilainya dengan suara sang profesor. Konyol bukan?” tulis akun @Hasan948551491. (*/Dinda)