Suara Denpasar – Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong mengaku optimis kepada striker milik Bali United, Ilija Spasojevic bisa menunjukan performa terbaiknya di Piala AFF 2022.
Shin Tae-young menilai bahwa Spasojevic selama menjalani pemusatan latihan (TC) mengalami banyak peningkatan terutama fisik dan mental.
“Spaso fisiknya meningkat jadi lebih baik dan mentalnya berubah. Spaso pasti menunjukan (performa) lebih baik dari Spaso yang dulu,” ujar Shin Tae-yong di Bali, Jumat 16 Desember 2022.
Spaso merupakan salah satu dari lima striker yang dipanggil pelatih Shin Tae-yong untuk memperkuat skuad Garuda di Piala AFF 2022.
Timnas Indonesia yang dinahkodai oleh Shin Tae-yong memanggil Dimas Drajad, Muhammad Rafli, Dendy Sulistyawan, SpasoJevic, dan Ramadhan Sananta untuk mengisi posisi striker.
Sementara itu, Spaso pun mengaku bahwa dia sangat menikmati latihan karena banyak pemain yang sudah dikenalnya dan kondisinya saat ini jauh lebih baik dibanding dengan sebelumnya mengikuti pemusatan latihan bersama timnas senior di Bali.
“Saya sangat menikmati latihan disini. Banyak teman-teman yang sudah kenal lama. Saya sudah beberapa kali ikut TC bersama mereka dan beberapa kali main. Saya sangat menikmati (Latihan) dan kondisi fisik saya naik, karena kami fokus disini latihan fisik dan kami semua kerja keras untuk AFF ini,” ucap Spaso.
Lebih lanjut, Spaso mengatakan bahwa dirinya akan bekerja keras membela Indonesia di Piala AFF dimanapun diposisikan oleh Shin Tae-yong.
“Yang penting saya kerja keras, dan apapun itu, bermain di posisi apa pun, sistem apa pun, saya harus kerja keras untuk Indonesia,” kata Spasojevic.
Baca Juga: Minta Kasus Ditangani Apa Adanya, Ini Arahan Sambo ke Hendra Kurniawan Usai Ketemu Kapolri
Tim nasional Indonesia senior memulai latihan (TC) di Bali pada 28 November 2022, jadwal tersebut digelar lebih cepat dari yang direncanakan yaitu pada awal Desember.
Pada awal latihan, STY fokuskan memperkuat fisik pemain, karena pada saat dipanggil kondisi fisik pemain berada dalam level buruk.
Penurunan fisik pemain yang dipanggil STY untuk memperkuat timnas senior dikarenakan tidak berjalannya kompetisi menyusul tragedi Kanjuruhan Malang yang menelan ratusan korban jiwa.
STY memberikan latihan fisik berintensitas tinggi seperti lari interval dan latihan ketangkasan dan kecepatan.
Minggu ini juga timnas senior mengikuti uji coba internal (internal game), sehingga STY bisa mengawasi dan mengamati perkembangan dan kekurangan anak asuhnya di lapangan.
“Untuk penilaian game internal kemarin memang tidak bisa dibilang apa-apa karena hanya mau cek pergerakan pemain seperti apa, itu saja. Kita bisa menjadi tim kuat, jika transisi permainan lebih cepat. Saat ini masih kurang dalam transisi, itu yang harus kita perbaiki supaya menjadi lebih baik,” ucap STY.