Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!

Bella | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:31 WIB
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
Arsip - Ibunda dari korban Semanggi I Benardinus Realino Norma Irawan atau Wawan, Maria Katarina Sumarsih mengenakan kaos bergambar anaknya saat mengikuti aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
  • Aksi Kamisan ke-896 mengkritik kepemimpinan nasional yang mengutamakan citra daripada penyelesaian masalah substansial.
  • Pembicara menuntut Indonesia dipimpin sosok intelektual yang mampu berpikir kritis menghadapi kompleksitas negara.
  • Gaya kepemimpinan populis dinilai mereduksi isu kompleks menjadi slogan emosional, mengancam kualitas demokrasi.

Suara.com - Gelaran Aksi Kamisan ke-896 yang mengangkat tema “37 Tahun Tragedi Talangsari: Impunitas Dilanggengkan, Keadilan Terus Ditunda” menjadi momentum kritik tajam terhadap arah kepemimpinan nasional.

Dalam sebuah orasi reflektif yang disampaikan oleh salah satu peserta Aksi Kamisan ke-896, Dimas menyoroti merosotnya etos intelektual dalam tata kelola negara yang kini dinilai lebih mengedepankan citra dan populisme ketimbang substansi.

Dimas menegaskan bahwa saat ini Indonesia tengah dipimpin oleh ilusi yang rapi, di mana dosa-dosa masa lalu sengaja dipoles demi mempertahankan kekuasaan.

Menurutnya, negara saat ini sangat membutuhkan sosok pemimpin intelektual yang mampu berpikir kritis dan memahami kompleksitas struktural, bukan sekadar figur populer.

“Negara kita saat ini membutuhkan pemimpin yang intelektual, bukan hanya sekadar figur populer atau pemimpin pragmatis yang hanya bisa menjaga reputasi atau memoles diri sehingga terlihat baik di depan masyarakat,” ujar Dimas dalam orasinya di depan Istana Negara, Kamis (5/2/2026).

Salah satu poin krusial dalam orasi tersebut adalah kritik terhadap gaya komunikasi kepemimpinan nasional yang dianggap naif. Dimas menilai terdapat kecenderungan mereduksi persoalan bangsa yang kompleks menjadi slogan-slogan emosional yang reaktif.

Ia secara spesifik menyentil gaya politik populis yang menghindari perdebatan visi dan misi, serta justru menampilkan gimik di hadapan publik.

“Kenapa negara harus dipimpin oleh seorang intelektual? menurut saya, jawabannya jelas. Karena kompleksitas masalah negara kita tidak bisa ditangani oleh pemimpin yang bertindak instingtif tanpa dasar analisis. Apalagi pemimpin yang hanya menjawab pertanyaan, menjawab persoalan masyarakat dengan reaksi, dengan joget gemoynya, tanpa visi misi yang jelas,” tegasnya.

Selain persoalan gaya kepemimpinan, orasi tersebut juga menyoroti ancaman teknokrasi yang kian tergerus oleh jaringan kroni dan kedekatan personal. Dimas memperingatkan bahwa ketika rasionalitas digantikan oleh loyalitas, kualitas kebijakan publik akan patut dipertanyakan.

Merujuk pada pemikiran tokoh dunia seperti Amartya Sen, Robert Dahl, hingga Francis Fukuyama, Dimas menekankan bahwa demokrasi akan merosot ketika pemimpin “alergi” terhadap kritik dan meremehkan pengetahuan.

“Dalam bukunya Robert Dahl, ‘On Democracy’ pada tahun 1998, beliau menekankan bahwa demokrasi hanya bisa dirasakan jika keputusan publik yang dihasilkan berjalan sesuai proses yang rasional dan berbasis informasi. Kualitas demokrasi akan merosot ketika presiden alergi terhadap kritik dan meremehkan pengetahuan,” lanjutnya.

Penegasan tentang pentingnya intelektualitas kepemimpinan tersebut tidak terlepas dari konteks tema aksi, yakni peringatan 37 tahun Tragedi Talangsari.

Dimas menilai ketidakmampuan pemimpin dalam memahami sejarah dan menegakkan keadilan merupakan bentuk kegagalan intelektual sekaligus moral.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hujan Deras Tak Padamkan Ingatan, Puluhan Massa Bertahan di Aksi Kamisan ke-894 di Depan Istana

Hujan Deras Tak Padamkan Ingatan, Puluhan Massa Bertahan di Aksi Kamisan ke-894 di Depan Istana

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 18:42 WIB

19 Tahun Aksi Kamisan, Payung Hitam Terus Menuntut Keadilan di Depan Istana

19 Tahun Aksi Kamisan, Payung Hitam Terus Menuntut Keadilan di Depan Istana

Foto | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:00 WIB

Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum

Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:15 WIB

Aksi Kamisan: 27 Tahun Tragedi Semanggi I, Negara Pilih Muliakan Soeharto Ketimbang Keadilan

Aksi Kamisan: 27 Tahun Tragedi Semanggi I, Negara Pilih Muliakan Soeharto Ketimbang Keadilan

Foto | Kamis, 13 November 2025 | 17:30 WIB

Misteri Motor Trail di Tol Papanggo: 2 Bocah Ditemukan Linglung, Polisi Ungkap Kronologi Janggal

Misteri Motor Trail di Tol Papanggo: 2 Bocah Ditemukan Linglung, Polisi Ungkap Kronologi Janggal

News | Senin, 10 November 2025 | 14:30 WIB

Terungkap! 7 Fakta Jaringan Sadis Penculikan Bilqis, Dijual Rp80 Juta ke Suku Anak Dalam

Terungkap! 7 Fakta Jaringan Sadis Penculikan Bilqis, Dijual Rp80 Juta ke Suku Anak Dalam

News | Senin, 10 November 2025 | 13:05 WIB

Terungkap! Bocah Bilqis Hilang di Makassar Dijual ke Kelompok Suku Anak Dalam Jambi Rp 80 Juta

Terungkap! Bocah Bilqis Hilang di Makassar Dijual ke Kelompok Suku Anak Dalam Jambi Rp 80 Juta

News | Minggu, 09 November 2025 | 18:34 WIB

Tampang Sri Yuliana, Penculik Bocah Bilqis di Makassar, Ngaku Kasihan Korban Tak Punya Ortu

Tampang Sri Yuliana, Penculik Bocah Bilqis di Makassar, Ngaku Kasihan Korban Tak Punya Ortu

News | Minggu, 09 November 2025 | 19:15 WIB

Terungkap! Bocah Bilqis Diculik Saat Main, Dijual Rp3 Juta di Facebook, Ditemukan Selamat di Jambi

Terungkap! Bocah Bilqis Diculik Saat Main, Dijual Rp3 Juta di Facebook, Ditemukan Selamat di Jambi

News | Minggu, 09 November 2025 | 17:05 WIB

Aksi Kamisan ke-885, Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Aksi Kamisan ke-885, Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Foto | Kamis, 06 November 2025 | 18:03 WIB

Terkini

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB