Suara Denpasar – Gareth Southgate gagal membawa Timnas Inggris ke jenjang tertinggi di Piala Dunia 2022 Qatar. Bahkan, The Three Lions gagal melaju ke semifinal Piala Dunia 2022 Qatar.
Meski demikian nasib Gareth Southgate masih aman di Timnas Inggris. Ia akan terus melanjutkan tugasnya sebagai pelatih timnas Inggris hingga EURO 2024 mendatang.
Hal tersebut seolah mengakhiri spekulasi terkait masa depannya setelah Timnas Inggris terhenti di babak perempat final Piala Dunia 2022 usai digebuk Prancis dengan skor 2-1.
Memang, sudah enam tahun Gareth Southgate menukangi timnas Inggris, yakni sejak 2016. Pada Piala Dunia 2018 Rusia, dia hanya bisa mengantarkan Inggris finish di babak semifinal dan final EURO 2020.
Kini spekulasi soal masa depannya semakin terkuak. Pelatih berusia 52 tahun ini mengutarakan hal tersebut setelah laga melawan Les Bleus, bahwa eks pemain Aston Villa ini ingin meminta waktu untuk mempertimbankan masa depannya.
Namun Football Association (FA) telah mengkonfirmasi bahwa Southgate akan tetap menjadi juru taktik the Three Lions untuk kejuaraan paling bergengsi di daratan Eropa yang akan mentas di Jerman itu.
“Kami bahagia mengkonfirmasi bahwa Gareth Southgate terus melanjutkan tugasnya sebagai pelatih Inggris dan akan memimpin tim menuju EURO 2024. Gareth dan asisten pelatih Steve Holland akan selalu kami dukung dan rencana Kami untuk EURO dimulai sekarang,” pernyataan FA akhir pekan lalu dikutip dari Livescore.
Kontrak Southgate yang ditandatangani tahun lalu akan habis pada bulan Desember tahun 2024 mendatang.
Laga berikutnya yang akan dilakoni oleh Harry Kane dan kawan-kawan adalah kualifikasi EURO 2024 bulan Maret mendatang.
Baca Juga: Cerita Unik Timnas Inggris, Gagal Membawa Trofi Piala Dunia namun Mengadopsi Seekor Kucing
The Three Lions akan menghadapi juara bertahan Italia dalam tajuk laga ulangan final EURO 2020 lalu.
Meskipun Southgate memimpin tim asuhannya menuju kualifikasi EURO 2024 masih tanpa trofi juara, namun Dia mencatatkan kemenangan lebih banyak di sebuah turnamen dibandingkan pelatih lain.
Sementara itu, eks bek Manchester United dan timnas Inggris Gary Neville mengungkapkan kegembiraannya atas keputusan tersebut.
“Saya rasa ini adalah keputusan yang benar. Semua orang harus fokus untuk 18 bulan ke depan. Jika ada rencana perubahan, sebaiknya dilakukan setelah turnamen selanjutnya.
Neville pun mengatakan bahwa tim Inggris di bawah asuhan Southgate bermain cukup baik terutama ketika laga melawan Prancis.
“Kami bermain bagus di turnamen ini, kami bermain cukup baik melawan Prancis. Saya pikir Kami adalah tim yang lebih baik malam itu dan hal ini sering terjadi dalam sepak bola.