Menariknya, sesaat setelah petarung profesional asal Agam, Sumatera Barat itu menang WO, ia melakukan tantangan terbuka dari atas ring.
“Aku coba (tantang) Jeka Saragih,” kata Serieal. Perlu diingat, Jeka Saragih adalah satu-satunya petarung asal Indonesia yang berpotensi bertanding di Ultimate Fighting Championship (UFC). Hingga sontak hal itu membuat ICCB bergemuruh panjang.
Di nomor perempuan, duel antara Winiia dan Sri juga berlangsung memukau. Keduanya benar-benar memiliki persiapan matang pada laga Summer Fight ke-4 itu.
Fisik, skill, strategi, semua dikerahkan hingga menghasilkan satu ronde yang luar biasa. Winnia berhasil mematahkan perlawanan Sri saat ia memukul KO lawannya.
Empat match lainnya berlangsung tanpa KO. Asish, Edsar, Jemito, berhasil mengungguli perolehan poin dari lawan lawan mereka yaitu Mbas, Gata, dan Arismawan.
Sedangkan Raphael Vs Gede yang merupakan kid match, berakhir draw. Keduanya dinyatakan sama-sama menjadi pemenang. Hal ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan panitia agar kelak Indonesia dapat melahirkan petarung-petarung kelas dunia.
Sayangnya, menurut promotor Marcos, Summer Fight ke-4 itu kemungkinan akan menjadi yang terakhir. Sebab hingga berita ini diturunkan, panitia penyelenggara sama sekali tidak mendapat dukungan dari pihak pemerintah.
Selama ini penyelenggaraan Summer Fight hanya mengandalkan sponsorship yang memberikan produk, Marcos sendiri bahkan harus mengeluarkan kocek pribadinya demi harapannya untuk memajukan seni bela diri Muaythai di Indonesia.
"Saya berharap pemerintah di Bali mensupport, Karna event ini sangat mendukung Sport Tourism dan membantu mendatangkan Wisatawan Domestik dan Mancanegara ke Bali," tegas Marcos. ***