Suara Denpasar – Fajar Labatjo alias Fajar Sadboy diduga indigo atau seseorang memiliki kemampuan supranatural. Dia ternyata dikenal bisa mengobati orang sakit. Bahkan, remaja asal Gorontalo yang viral karena kesedihannya setelah patah hati karena cinta, itu bisa menerawang kapan kematian seseorang.
Hal itu diungkap ayah Fajar, Erol Labatjo saat diundang dalam podcast Denny Cagur. Sang ayah menjelaskan, keanehan Fajar Sadboy ini mulai muncul setelah sempat mengalami sakit 13 hari.
Sat itu usia Fajar 10 tahun. Selama 13 hari sakit, Fajar hanya tidur, bangun dan minum air putih. Tidak mau makan.
Setelah melewati masa 13 hari sakit, Fajar tidak bisa tidur selama dua hari. Sang ayah pun khawatir. Sehingga Fajar dibawa ke rumah sakit. Namun, sang ayah meminta izin dokter di RS untuk membawa pulang Fajar.
“Karena dari dokter katanya tidak ada penyakit,” kata ayah Fajar Sadboy di Youtube Denny Cagur Tv, Rabu (4/1/2023).
Akhirnya sang ayah membawanya pulang untuk di-ruqyah. Pengobatan secara Islam melalui bacaan-bacaan Al-quran. Akan tetapi, Fajar Sadboy tak kunjung sembuh.
Akhirnya sang ayah membawanya pulang untuk di-ruqyah. Pengobatan secara Islam melalui bacaan-bacaan Al-quran.
“Berapa orang yang ruqyah itu tapi tidak ada juga (perubahan). Habis beberapa orang ruqyah,” terangnya.
Setelah itu Fajar sudah suka pergi dari rumah. Bawaannya ingin jalan. Saat itu Fajar sudah mau makan, namun suka pergi dari rumah.
Maka, sang ayah pun membawa Fajar ke beberapa dokter ahli. Termasuk ke dokter ahli kejiwaan. Lagi-lagi, dokter menyatakan tidak ada masalah.
Akhirnya sang ayah membawa Fajar ke pengobatan alternatif di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
“Mereka bilang kemarin (ke saya) tidak bisa dia lagi (mengobati). Biar mau diobat tidak bisa karena dia (Fajar) punya (kemampuan supranatural) lebih tinggi katanya lebih tinggi,” kata dia.
Sejak saat itu, sang ayah pun nyerah. Tidak pernah mengobati lagi. Fajar pun punya kebiasaan kalau malam, tiba-tiba pergi keluar rumah.
“Kadang saya nggak sadar. Saya tidur, saya mimpi keluar, nggak tau juga tiba-tiba saya keluar. Terus saya kalau udah mimpi pulang, ya sudah pulang juga,” kata Fajar.
Fajar mengaku yang dia rasakan saat malam-malam pergi itu seperti sedang bermimpi. Bahkan, suatu ketika dia pernah sampai Bandara di Gorontalo.