Suara Denpasar - Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak S.H., M.H mengatakan akan belajar metode pertanian di Bali untuk diterapkan di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan dalam seminar dengan tema 'Pengembangan Pertanian Di Kabupaten Malaka Berbasis Teknologi' yang diselenggarakan oleh diaspora (warga perantau) Malaka yang ada di Bali pada Sabtu, (7/1/2023).
"Mengapa harus di Bali karena saya lihat banyak persamaan, antara lain masyarakat Bali begitu rapi menata pertanian bahkan kita lihat ada sentralisasi kawasan-kawasan yang banyak kita pelajari," ucap Simon Nahak kepada denpasar.suara.com.
Menurutnya, salah satu poin yang ingin dipelajari dari Bali adalah pengelolahan air lewat subak sebagaimana yang sudah dilakukan oleh petani di Bali.
"Bicara pertanian itu kan tidak bisa lari dari pengairan, bagaimana masyarakat Bali bisa mengatur pengairan lewat subak," sambungnya.
"Untuk memindahkan Gunung Agung Bali ke Malaka itu omong kosong, tapi setidaknya ada poin-poin yang kami bisa pelajari," tutupnya.
Untuk diketahui, seminar tersebut menghadirkan seorang peneliti pertanian dari Universitas Warmadewa Bali, Dr. Ir. I Dewa Nyoman Sudita, M.P yang juga merupakan Ketua Program Studi Magister Sains Pertanian Program Pascasarjana Universitas Warmadewa.
Dalam materinya, Dewa Nyoman Sudita memberikan beberapa catatan yang bisa diterapkan demi mendukung pengelolaan pertanian yang berbasis teknologi di Kabupaten Malaka.
"Ada beberapa metode yang bisa diterapkan di Kabupaten Malaka yaitu dengan memberikan pelatihan teknologi dalam budaya tanaman, memberikan pelatihan pengelolaan pupuk organik untuk memperbaiki kesuburan tanah dan peningkatan produksi," jelas Dewa Nyoman Sudita.
Baca Juga: Sulit Move On, Ini 4 Zodiak Suka Stalking Mantan Meski Sudah Putus
Selain itu kata dia, "yang perlu diperhatikan juga adalah penguatan kelompok-kelompok tani dan pelatihan secara reguler bagi tenaga penyuluh," pungkasnya. (Rizal/*)