Suara Denpasar - Diskusi lintas generasi dan profesi berlangsung di Sanggar Kagama Bali di Jalan Raya Dalung, Sabtu (7/1/2022).
Mereka adalah alumni dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Unud Denpasar, Universitas Warmadewa Denpasar, UGM Yogyakarta, ITS Surabaya, Ubaya (Universitas Surabaya), Unwip (Universitas Wijaya Putra) Surabaya, Unair Surabaya, ITB, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Pancasila Jakarta, hingga University of Pennsylvania Amerika Serikat.
Diskusi itu menngambil tema 'Tegak Bersama Menjawab Tantangan Bangsa di Masa Depan'. Tak hanya diskusi, puluhan peserta menandatangani deklarasi Forum Kebangsaan Bali Lintas Generasi (FK BliGen).
Forum ini akan berkelanjutan mengawal aspirasi Bali kepada para pemimpin di Bali dan nasional.
Koordinator KAPT Bali, Made Duarsa alias Dedu menyebutkan, forum diskusi sengaja digelar untuk menjaring aspirasi dari berbagai kalangan dan generasi di Bali untuk nantinya dititipkan kepada para calon pemimpin.
Mengingat, Pemilu dan Pilpres segera bergulir sehingga perlu menggali serta mengawal aspirasi yang cocok untuk bangsa Indonesia yang majemuk dan beragam.
"Forum ini dimaksudkan untuk menjaring aspirasi-aspirasi terkait masalah-masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dan Bali serta kepemimpinan yang diharapkan di masa depan.
Jangan sampai bangsa ini terpecah, kita harus tetap bersatu menjaga kebhinekaan, kemajemukan.
Jangan sampai kita terpecah karena politik identitas, yang kita cari, utamanya adalah yang bisa menjaga keberagaman, berdiri di atas kebhinekaan.
Baca Juga: Ngeri! Ucapan Shin Tae yong Jadi Nyata, Eks PSIS Semarang dan 3 Pilar Persib Bandung Jadi Kunci
Indonesia ini besar, beragam suku, budaya, keyakinan dan kepulauan. Jangan tercerai berai," tegas alumni Teknik Mesin ITS Surabaya tersebut.
Dedu menyebutkan, peserta diskusi sengaja dihadirkan dari lintas generasi.
Mulai dari angkatan kuliah tahun 1980, 1990, 2000, 2010, dan saat ini angkatan 2020 agar bisa menyerap aspirasi dari segela generasi.
Dedu mengatakan, momentum Pemilu 2024 merupakan ruang terbuka agar berbagai aspirasi anak bangsa muncul di permukaan.
“Kita dari Bali juga ingin memberikan warna itu. Khususnya agar bangsa ini tetap bersatu dan keadilan sosial bisa diwujudkan,” tegasnya.
Dedu melanjutkan, hasil diskusi lintas generasi ini nantinya akan disampaikan kepada para calon pemimpin bangsa di masa depan.
Ditanya apakah forum ini terkait dukungan terhadap Capres, Dedu menyatakan, saat ini belum ada yang resmi menjadi Capres karena belum ada yang mendaftar ke KPU.
Pihaknya akan menunggu siapa yang akan didaftarkan sebagai Capres ke KPU.
"Tapi yang kita inginkan adalah Capres yang rekam jejaknya jelas, berdiri di atas kemajemukan di Indonesia, bisa menginspirasi bangsa ini lebih maju dan toleran, menjunjung tinggi ke-Indonesia-an. Dan harus bisa melanjutkan program-program Pak Jokowi," tegasnya. ***