Suara Denpasar - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau perilaku kekerasan fisik yang dilakukan Ferry Irawan terhadap Venna Melinda terbilang cukup parah.
Menurut pemeriksaan dokter dan kepolisian, Venna Melinda mengalami retak di Iga (rusuk) akibat dari kekerasan fisik Ferry Irawan terhadapnya.
Hal tersebut diceritakan oleh Verrell Bramasta saat diwawancarai langsung dan ditayang di kanal YouTube Was was.
"Kalau menurut kepolisian dan dokter, ada retak di iga (rusuk) jadi belum 100 persen pulih," ungkap Varell Bramasta dukutip denpasar.suara.com dari kanal YouTube Was was, Sabtu, (14/1/2023).
Verrell Bramasta mengaku sesaat setelah Ferry Irawan ayah sambungnya itu melakukan kekerasan terhadap Venna Melinda ibunya, Ferry Irawan sempat menelepon dia yang saat itu lagi berliburan di Jepang.
Setelah mengetahui ibunya mengalami KDRT dia pun langsung memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
Sebagai anak sulung, dia mengaku emosi dan ingin menghajar balik Ferry Irawan, namun karena dinasihati oleh ayah kandungnya yaitu Ivan Fadilla Soedjoko, ia pun menjadi tenang.
"Sempat emosi, kesal juga namun setelah ngobrol sama papa (Ivan Fadilla Soedjoko, ayah kandung Verrel Bramasta), papa memberikan masukan yang menurutku bijaksana," jelas Verrell Bramasta.
Menurutnya sebagai anak sulung dia harus lebih bijaksana, soal tonjok-menonjok itu gampang untuk dilakukan, siapapun bisa melakukan itu, namun kata dia itu hal yang tidak penting.
Saat ini kata dia, lebih fokus kepada kesehatan ibunya dan mendampingi proses hukum agar semuanya cepat selesai.
"Yang paling penting saat ini adalah mama, biar bisa cepat sembuh, dan semua urusan di pengadilan bisa cepat selesai," ujarnya.
Untuk diketahui, saat ini Ferry Irawan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur atas kasus KDRT yang dilakukan terhadap istrinya yaitu Venna Melinda. (Rizal/*)