Purwakarta Kalah dengan Zaman Kolonial, Kang Dedi Sedih Lihat Sopir Truk Sisa Bekal Rp 3 Ribu

Suara Denpasar

Jum'at, 27 Januari 2023 | 02:44 WIB
Purwakarta Kalah dengan Zaman Kolonial, Kang Dedi Sedih Lihat Sopir Truk Sisa Bekal Rp 3 Ribu
Kang Dedi Sedih Lihat Sopir Truk Sisa Bekal Rp 3 Ribu (Youtube)

Suara Denpasar - Dedi Mulyadi memonitor arus lalu lintas di wilayah Purwakarta dan daerah lainnya di Indonesia yang penataannya makin semrawut.

Dia malah menilai bahwa penataan rumah-rumah warga saat ini kalah dengan zaman kolonial. Sebab, rumah warga banyak yang berdiri mendekat ke jalan raya.

Ini hemat dia, sangat berbahaya jika terjadi kecelakaan. Apalagi, kondisi jalan banyak yang berlubang.

"Ini coba kalau patung Bima nggak ada. Truk malah bisa nabrak rumah warga," tunjuk Kang Dedi seperti dikutip denpasar.suara.com dari kanal Youtubenya, Jumat 27 Januari 2023.

Patung Bima itu dibuat saat Kang Dedi memimpin Purwakarta dan baru-baru ini ditabrak angkutan karyawan salah satu perusahaan swasta.

Berkat payung Bima itu, angkutan karyawan tidak menabrak rumah warga yang ada di pinggir jalan.

Sambil terus melanjutkan perjalannya, suami dari bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika itu melihat adanya truk pengangkut beton yang terperosok di selokan. Beberapa material yang diangkut jatuh di pinggir jalan.

Truk itu juga belum di derek karena masih menunggu perintah sang bos. "Kedepannya tata bangunan harus segera dibenahi, sekarang itu di pinggir jalan itu penuh dengan bangunan, dan bangunan tuh lihat sekarang maju ke jalan," begitu katanya.

"Ada satu lagi kalau dulu zaman kolonial Belanda itu rumah itu nggak boleh terlalu pinggir jalan ada batasannya, ada batasannya harus sekian meter ke dalam. Nah sekarang ini pinggir jalan tuh sudah rumah semua, jadi kalau mobil ada kecelakaan itu sekarang pasti menimpa jalan nimpa warung," imbuhnya.

baca juga

Kang Dedi juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan sopir truk pengangkut beton. Kata si sopir, rem blong saat jalanan menurun.

"Sudah habis angin pak," katanya. Jadi dia banting stir ke selokan guna mengantisipasi jatuhnya korban.

Di tengah pembicaraan Kang Dedi melihat bekal sang sopir hanya sisa Rp 3 Ribu. Dia pun mengaku bahwa sopir di Indonesia banyak yang kondisinya susah.

"Ini lihat sisa bekalnya masih Rp 3 Ribu. Belum lagi untuk beli makan," seloroh Kang Dedi yang mengaku sedih dengan kondisi umumnya masyarakat. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Trengginas! Kang Dedi Berani Lawan Jokowi: Jabatan Kades Enam Tahun Lebih Demokratis

Trengginas! Kang Dedi Berani Lawan Jokowi: Jabatan Kades Enam Tahun Lebih Demokratis

Denpasar | Jum'at, 27 Januari 2023 | 02:36 WIB

Hidup Susah di Jerman, Bunda Corla Berhemat dan Cuma Makan Sekali dalam Sehari

Hidup Susah di Jerman, Bunda Corla Berhemat dan Cuma Makan Sekali dalam Sehari

Denpasar | Jum'at, 27 Januari 2023 | 02:32 WIB

Terkini

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

×