Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB
Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?
Rupiah kembali merosot pada hari ini. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.382 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026.
  • Pelemahan rupiah terjadi seiring tren negatif mayoritas mata uang di Asia akibat penguatan indeks dolar AS.
  • Gejolak geopolitik di Timur Tengah serta penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi faktor utama tekanan terhadap nilai rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah meloyo pada penutupan, Jumat, 8 Mei 2026. Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melempem ke level Rp 17.382 per dolar AS.

Rupiah tercatat turun 49 poin atau melemah 0,28 persen dibandingkan penutupan Kamis yang berada di level Rp 17.333.

Kondisi serupa juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) di level Rp 17.375 per dolar AS. 

Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.608 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (13/8). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Rupiah kembali merosot pada hari ini. [Suara.com]

Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan tren zona merah yang melanda beberapa mayoritas mata uang di Asia.  Salah satunya, adalah won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,84 persen.

Lalu, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,36 persen. Kemudian, rupee India melemah 0,32 persen, peso Filipina melemah 0,08 persen dan yuan China melemah 0,04 persen.

Sedangkan, beberapa mata uang Asia lainnya justru perkasa terhadap dolar AS. Misalnya, Baht Thailand menguat 0,09 persen, dolar Taiwan menguat 0,07 persen, dolar Hong Kong menguat 0,06 persen dan yen Jepang yang menguat 0,02 persen 

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,23, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,06.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh dua faktor. Faktor pertama dari kondisi Timur Tengah yang kembali memanas.

"Rupiah melemah terhadap dolar AS oleh kekuatiran terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah setelah terjadi insiden baku tembak  antara kapal AS dan Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.

baca juga

Lalu faktor kedua dipengaruhi oleh Cadangan Devisa Indonesia (Cadev) yang mengalami penurunan. Hal itu membuat investor khawatir  terhadap ekonomi Indonesia

"Data yang menunjukkan cadev Indonesia kembali turun juga ikut menekan rupiah. Posisi rupiah kedepan akan tergantung pada respon Iran terhadap proposal damai AS yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat ini," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

Terkini

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:49 WIB

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

×