Suara Denpasar- Persib Bandung dalam laga menjamu PSS Sleman pada Minggu 5 Februari 2023 kemarin berhasil mengantong 3 poin tambahan.
Persib Bandung unggul 2-0 atas PSS Sleman dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), berkat dua gol yang dilesatkan Ciro Alves ke gawang tim asuhan Seto Nurdiantoro.
Namun sayang kemenangan Persib Bandung dinodai gesekan antara Bobotoh dengan supporter PSS Sleman.
Bos Persib Bandung Teddy Tjahjono pun menyinggung mengenai kesulitan izin penyelenggaraan pertandingan dan kehadiran penonton atau Bobotoh ke stadion.
Untuk diketahui, dalam laga lawan PSS Sleman, Persib Bandung menerima kabar bahwa pendukung PSS Sleman dan Bobotoh ada yang terluka.
Hal tersebut terjadi karena sebuah gesekan dalam pertandingan. Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan seorang suporter PSS Sleman dan Bobotoh terluka.
Teddy Tjahjono pun mengaku prihatin atas apa yang menimpa suppoter baik itu dari PSS Sleman maupun Persib Bandung.
Dijelaskan bahwa, supporter yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut saat ini telah diizinkan pulang setalah mendapatkan perawatan medis.
Teddy Tjahjono mewakili manajemen Persib Bandung pun menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, terutama suporter PSS Sleman yang kurang mendapatkan perlakuan semestinya.
Baca Juga: Harapan Suporter Bola Kalsel Jelang Pemilihan Ketua Umum PSSI di KLB 16 Februari
"Atas nama Persib, kami menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, termasuk teman-teman dari Sleman yang diperlakukan tidak semestinya selama di dalam dan di luar stadion," ujar Teddy.
Pihaknya berjanji untuk terus meningkatkan koordinasi, komunikasi dengan berbagai pihak, terutama dalam hal yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, keselamatan dan kenyamanan menyaksikan pertandingan kandang Persib.
"Sesuai komitmen, kami akan akan terus memperbaiki penyelenggaraan pertandingan kandang, terutama dari sisi keamanan, keselamatan dan kenyamanan," tegasnya.
Teddy pun mengingatkan kepada semua pihak terutama Bobotoh yang menghadiri laga kandang Persib Bandung agar menghindari terjadinya peristiwa serupa dikemudian hari.
Pasalnya,akibat ulah oknum kelompok suporter yang tidak bertanggung jawab inilah yang membuat Persib kerap kesulitan mendapatkan izin penyelenggaraan pertandingan, apalagi dengan kehadiran penonton. (*/Dinda)