Suara Denpasar - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menangis saat ditanya kesiapannya maju kembali di pilkada Purwakarta pada pemilu 2024 mendatang.
Perempuan dengan panggilan sayang Ambu Anne oleh Kang Dedi Mulyadi itu mengatakan bahwa apakah dirinya akan terpilih kembali atau tidaknya itu tergantung pada masyarakat Purwakarta.
"Terkait sidang gugatan cerai ini, berpengaruh gak sih terhadap politik Ambu, elektabilitasnya gimana untuk pilkada nanti?" tanya seorang reporter kepada Ambu Anne usai sidang gugatan cerai lanjutan pada Rabu (1/2) lalu.
"Saya gak tau ya, itu tergantung masyarakat yang menilai. Kalaupun ada yang terganggu saya sampaikan permohonan maaf, saya tau banyak pandangan pendapat bahkan asumsi dari semua pihak termasuk dari masyarakat Purwakarta berkaitan dengan langkah saya (gugat cerai DediMulyadi)," jawab Ambu Anne dikutip denpasar.suara.com dari Kanal YouTube ENN Indonesia, Rabu, (8/2/2023).
Ambu Anne menegaskan bahwa langkah atau keputusannya menggugat cerai Kang Dedi Mulyadi bukanlah suatu langkah atau keputusan yang mendadak atau instan, namun karena persoalan keluarga yang sudah tidak bisa untuk dipertahankan.
"Tapi saya pastikan ini adalah bukan langkah yang mendadak, bukan keputusan saya yang instan, bukan keputusan yang tiba-tiba karena selama 19 tahun menjalani rumah tangga yang, ya tapi mohon didoakan saja yah," ungkap Ambu Anne terputus karena menangis.
Setelah mengungkapkan hal tersebut Ambu Anne pun berlalu.
Untuk diketahui dalam beberapa kesempatan Ambu Anne mengatakan bahwa alasan dia menggugat cerai Kang Dedi Mulyadi karena pelanggaran syariat Islam yang dilakukan oleh Kang Dedi, ketidak terbukaan keuangan dalam rumah tangga dan bahkan dia mengaku mendapat KDRT secara psikis dari Kang Dedi Mulyadi.
Sidang gugatan cerai Ambu Anne kepada Kang Dedi Mulyadi itu sampai saat ini masih dalam proses di Pengadilan Agama Purwakarta. (*/Dinda)
Baca Juga: Ganasnya Victor Osimhen, Juru Gedor Napoli yang Bikin Setan Merah Kepincut