Suara Denpasar - Dulu, sebelum namanya sering dikaitkan dengan Persib Bandung, Willie Overtoom diketahui pernah bermain di Qatar Stars League bersama klub Al-Shamal.
Dilansir dari transfermarkt.co.id, Willie Overtoom lahir pada tanggal 2 September 1986. Dengan demikian, saat ini Willie Overtoom telah menginjak usia 37 tahun. Lebih muda setahun dari Cristiano Ronaldo.
Willie Overtoom pernah bermain untuk Telstar yang berlaga di Eerste Divisie atau kompetisi kasta kedua di Liga Belanda dan sekaligus klub profesional pertama yang dibelanya.
Ia hanya bertahan selama semusim yaitu pada 2006-2007 di klub asal Belanda tersebut.
Willie Overtoom pernah mencapai puncak dalam karirnya saat membela Heracles Almelo dalam rentang 2008-2013.
Berkat penampilan cemerlangnya tersebut, namanya sempat dipanggil masuk skuad timnas Kamerun.
Setelah 5 tahun bermain untuk Heracles, pada transfer musim dingin tahun 2013, Overtoom kembali diboyong ke klub Belanda, AZ Alkmaar yang juga sempat dibelanya pada 2005-2007.
Namun selama 3 tahun berseragam AZ Alkmaar hingga 2015, Overtoom hanya mampu mencetak satu gol.
Di AZ Alkmaar, klub yang pernah dilatih Louis van Gaal itu, Overtoom untuk pertama kalinya mendapat gelar juara di kompetisi profesional resmi.
Meski tidak dimainkan pelatih AZ Alkmaar saat itu, Gertjan Verbeek, Overtoom turut ikut serta merasakan mengangkat trofi KNVB Beker atau Piala Belanda setelah di partai final AZ Alkmaar berhasil mengandaskan perlawanan raksasa Belanda, PSV Eindhoven dengan skor akhir 2-1 di Stadion De Kuip.
Meninggalkan Belanda, Overtoom memilih bermain ke Liga Utama Belgia dan membela SV Zulte-Waregem.
Di SV Zulte-Waregem dia hanya tercatat tampil sebanyak lima kali dengan total waktu 141 menit bermain.
Setelah dari Belgia, di tahun 2017 Overtoom mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi di Persib Bandung bersama dua pemain asing lainnya, Mirko Livaja dan David Sebastian Lofquist .
Tetapi mereka tidak lolos seleksi bersama Persib dan gagal bergabung ke klub berjuluk Maung Bandung tersebut.
Setelah gagal untuk bermain di Indonesia, Overtoom memilih pensiun sebagai pesepakbola dan beralih menjadi pengusaha di bidang real estate.