- KPK melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (4/2/2026) di wilayah Kalimantan Selatan terkait pendalaman perkara.
- OTT KPK di Kalsel kali ini melibatkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, bukan menangkap kepala daerah.
- Operasi ini merupakan OTT keempat KPK sepanjang tahun 2026, menyusul kasus korupsi dan pemerasan lainnya.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Hal itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengenai adanya operasi senyap di Kalsel.
“Benar, di Kalsel,” kata Fitroh kepada wartawan. Rabu (4/2/2026).
Meski begitu, Fitroh belum mengungkapkan perkara apa yang berkaitan dengan OTT kali ini. Dia hanya menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Masih pendalaman,” ujar Fitroh.
Menurut dia, OTT kali ini tidak menjaring kepala daerah, tetapi melibatkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasih.
“Bukan (kepala daerah), KPP Banjarmasin,” ungkap Fitroh.
Operasi senyap ini merupakan OTT keempat yang dilakukan KPK pada 2026 setelah kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemeriksaan pajak pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.
Kemudian, KPK juga melakukan OTT kasus dugaan pemerasan dengan modus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta gratifikasi yang menjerat Wali Kota Madiun Maidi.
Baca Juga: Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi Dana Hibah, Akan Jadi Saksi Besok
Terakhir, KPK juga melakukan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo dalam kasus dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa.