Suara Denpasar – Persebaya Surabaya bersama Aji Santoso sebagai pelatih menerima kekalahan pertama di putaran kedua BRI Liga 1 dari Bali United.
Sebelum dikalahkan 4-0 dari Bali United, klub kebanggaan Bonek itu mencatatkan enam laga dengan kemenangan beruntun.
Kekalahan besar itu membuat Bonek bereaksi. Dalam salah satu akun suporter Persebaya itu, @kitabonek menuliskan kekecewaan dengan menampilkan skor akhir.
“wes emboh karepmu. Jarang kalah, sekali kalah langsung kebantai.
Malming full ngelu mat!,” tulis @kitabonek.
Sementara itu, dilansir dari laman resmi Persebaya, Sabtu (18/2/2023) Aji Santoso sebagai pelatih Persebaya membeberkan kambing hitam atas kekalahan besar yang juga diwarnai dengan gol bunuh diri Rizky Ridho.
Bajol Ijo dinilai kurang bergigi di hadapan pertahanan lawan. Salah satu penyebabnya adalah cederanya beberapa pemain depan.
Tak seperti biasanya, lini serang Bajol Ijo kurang bertaji. Selama 90 menit, Alwi Slamat dkk hanya mencatatkan empat tendangan. Dari kesemuanya hanya satu yang mengarah ke gawang.
Top Skorer klub, Sho Yamamoto juga tidak tampil prima. Dengan torehan delapan golnya, Sho digadang-gadang menjadi pembeda.
Tapi rupanya ia turun dalam kondisi yang tidak fit. ia mengalami gangguan dengan engkelnya.
Pada beberapa latihan terakhir, engkel pemain asal Jepang itu kerap dikompres es tiap setelah latihan.
“Saya akui Sho punya daya juang tinggi. Dia bermain dengan kondisi engkelnya sakit. Tapi dia bilang mau main di laga ini.”
“Ya meskipun tidak maksimal tapi dia menunjukkan perjuangan yang keras. Saya apresiasi itu,” ungkap Aji Santoso di sesi after match press conference.
Selain Sho, Supriadi juga mengalami gangguan dengan lututnya. Sebenarnya ia dibawa ke Jogjakarta, markas sementara Bali United.
Namun, ketika official training mantan pemain timnas U-19 itu mengalami cedera.
Dampaknya, ia bahkan tidak masuk dalam daftar susunan pemain lawan Bali United, sore tadi.