Suara Denpasar - Setelah sempat bersitegang dengan Shin Tae-yong atau STY, pihak Persija Jakarta legawa melepas pemain muda yang diminta untuk memperkuat Timnas U-20. Pemain muda Persija dipanggil STY untuk ikut International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 17-21 Februari 2023.
Sebelumnya STY sudah meminta 9 pemain Persija untuk mengikuti pemusatan latihan (TC/ training center) jangka panjang dari 1-28 Februari 2023. Pelatih Persija Thimas Doll keberatan atas hal itu.
Daripada mengikuti TC jangka panjang, Thomas Doll lebih menyarankan pemain muda memiliki menit bermain di tim atau klub.
Apalagi, jumlah pemain muda Persija yang dipanggil STY terlalu banyak. Yakni sembilan pemain, dari total 30 pemain Timnas U-20 yang dipanggil STY.
Setelah PSSI turun tangan, akhirnya Persija Jakarta mulai melunak. Beberapa pemain muda mereka akhirnya dilepas untuk memperkuat Timnas U-20.
Terakhir adalah Muhammad Ferarri. Bek andalan Persija sekaligus kapten Timnas U-20 itu pun sudah bergabung pada Sabtu (18/2/2023).
Sebelumnya, Persija sudah melepas 8 pemain ke Timnas Indonesia U-20. Para pemain muda Persija itu adalah Cahya Cupriadi, Barbanas Sobor, Frengky Deaner Missa, Achmad Maulana Syarif, Resa Aditya Nugraha, Dony Tri Pamungkas, Alfriyanto Niko Saputro, dan Ginanjar Wahyu Ramadhani.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menyatakan bahwa Persija memahami kepentingan agar Timnas junior Indonesia meraih prestasi. Persija, lanjutnya, juga mendukung kebijakan PSSI agar sukses di Piala Dunia U-20 2023.
"Kami legawa melepas semua pemain ke Timnas. Kami memahami besarnya ekspektasi banyak pihak yang ingin timnas junior berprestasi dalam jangka pendek,” kata Prapanca dikutip dari persija.id, Senin (20/2/2023).
Baca Juga: Instagram Pawan Signh Digembok, Profil Pemain Timnas Fiji U20 yang Tinju Frenky Misa
Namun, pihaknya meminta semua pihak mengubah pola pikir pembinaan sepak bola junior dari mengejar prestasi menjadi talent development yang menjadi strategi menuju sepak bola senior yang tangguh.
Dengan begitu, TC jangka panjang tidak diperlukan lagi, sebaliknya, pemian muda ikut digembleng melalui kompetisi yang berkualitas.
"Persija berharap TC jangka panjang untuk Piala Dunia U-20 menjadi yang terakhir kali. Ke depannya timnas yang kuat harus datang dari klub dan kompetisi yang kuat," ungkapnya. (*)