Suara Denpasar - Jerome Polin sedang menjadi trending di twitter karena konten terbarunya di Tiktok. Akibat konten itu, Jerome Polin dirujak atau dihujat warganet.
Dalam konten tersebut, Jerome Polin terlihat membuat video bersama dua orang lainnya. Dalam video itu, Jerome mengenakan pakaian dokter.
Mereka bertiga kemudian berjoget dengan iringan musik.
Namun, yang menjadi masalah adalah kalimat yang dibubuhkan dalam video tersebut yaitu "mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin,".
Kalimat itu yang menjadi permasalahan karena dinilai sangat sensitif. Sebab, kalimat itu biasanya digunakan oleh dokter kepada keluarga pasien yang pasiennya meninggal dunia.
Jerome Polin dinilai tidak peka terkait kalimat tersebut.
Salah satu akun twitter yang mempermasalahkannya yaitu @rizkahasanah.
Dalam cuitannya, dia mengatakan baru saja menangai pasien yang tak bisa diselamatkan nyawanya. Kemudian supervisornya mengatakan kalimat "mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin" kepada keluarga pasien.
"Ngelihat kemaren pasien meninggal di dpn mataku, dan bilang ke keluarganya kalo harus dilepas monitor & O2 masknya and my supervisor literally said those words… and seeing this insensitive influencer making fun of it. Wow, no wonder everyone hates you," tulisnya dikutip Suara Denpasar, Minggu 26 Februari 2023.
Baca Juga: Model Abby Choi Dimutilasi eks Suami, Bagian Tubuh Dimasak Jadi Sup
"Anda tidak akan pernah merasakannya sampai Anda mengalaminya sendiri. Menghadapi kematian keluarga sebagai orang dewasa, terlebih lagi sebagai seorang dokter adalah pengalaman yang menyakitkan," tambahnya.
Cuitan tersebut kini viral dan ditanggapi lebih dari 1.600 kali pengguna twitter lainnya.
Banyak yang sepakat bahwa Jerome Polin tidak sensitif.
"Jerome memulai blunder kembali," ujar @hanmula
Seorang dokter dengan nama akun @dr_koko28 kemudian membalas bahwa kalimat di video itu biasanya disampaikan kepada keluarga saat pasien sudah mendekati akhir hayat dan semua upaya untuk coba menolong pasien sudah dikerahkan.
"Rasanya kurang pas/kurang pantas dibawa ke konteks lain. Apalagi pake joget-joget. Mohon untuk lebih peka & hati-hati," tulisnya.