Suara Denpasar-Usai Diceraikan Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi Ketemu Gadis Cantik Anak Pemulung: Pacaran? Hamil Duluan!.
Dedi Mulyadi dinyatakan resmi bercerai dengan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Hal itu setelah Pengadilan Agama Purwakarta mengabulkan gugatan yang dilayangkan Ambu Anne.
Meski telah diputuskan pengadilan, Dedi Mulyadi berencana mengajukan banding. Kini berstatus sebagai duda, Kang Dedi kembali melakukan aktivitasnya sebagai anggota DPR RI.
Seperti biasanya dia selalu menyempatkan diri membuat konten YouTube sembari bertemu masyarakat kelas bawah. Seperti yang dilihat di kanal YouTubenya Kang Dedi Mulyadi Channel.
Ayah dari Hyang Sukma itu sedang berkeliling wilayah Indramayu. Di perjalanan dia berjumpa dengan anak-anak pemulung.
Salah satunya seorang siswi SMP yang sedang menemani ibunya mencari rongsokan atau barang bekas menggunakan sepeda motor. Lantas kang Dedi menyapa ibu dan anak tersebut.
"Tadi, saya pikir malah suami istri. Yang dibonceng adalah istrinya dan yang membonceng suaminya," kata Kang Dedi kepada ibu dan anak itu dengan sedikit ekspresi terkejut.
Gadis SMP itu bernama Aliyah. Kepada Kang Dedi Mulyadi, ibu tersebut mengaku jika biasanya sang suami lah yang mencari rongsokan. Namun suaminya kini sedang terbaring sakit.
Sehingga dia dan anaknya menggantikan perannya sementara waktu. "Biasanya suami yang mencari (rongsokan), tapi sekarang sakit," ujar ibu itu.
Kang Dedi lalu memberi respon bangga. Dia mumuji kedua wanita tangguh tersebut. Terlebih gadis cantik yang masih duduk di bangku SMP itu.
Dimana dia tanpa mau membantu orang tua memulung barang bekas.
"Ibu ini punya anak perempuan yang mau diajak panas-panasan. Ini anak hebat," puji kang Dedi. Kang Dedi lalu menanyakan apakah sang suami sudah dibawa ke Puskesmas atau belum.
"Sudah, karena kecapekan katanya," jawab sang ibu.
Kang Dedi membelikan es kepada ibu dan anak pemulung tersebut. Di tengah obrolan tiba-tiba ada seorang ibu yang menawarkan plastik untuk bungkus es.
Melihat kebaikan ibu tersebut, Kang Dedi mengajak ibu dan anak pemulung itu berbelanja kebutuhan harian di warung tersebut.