Hal itu disebabkan karena perasaan yang sering dipermalukan, sering disalahkan, dan merasa tidak pernah bisa memuaskan orang tua.
Takut akan Keadilan
Sikap ini muncul dipengaruhi oleh luka masa kecil yang timbul karena tidak mendapatkan kehangatan dari orang, dituntut tinggi oleh orang tua, serta mendapatkan kekerasan dan tidak diperlakukan secara adil.
Alhasil, individu itu saat dewasa akan bersikap seperti kurang berempati, menuntut diri sendiri, suka mengontrol, dan susah untuk mengakui kesalahan.
Luka masa kecil memang tidak bisa hilang dan akan selalu terkenang. Namun, kita perlu sadari, peluk dan berdamai dengan diri kita sendiri.
Luka yang belum selesai akan berdampak pada masa dewasa dan bisa saja diturunkan ke anak.
Tentu saja, dengan menghentikan luka pada diri sendiri, akan memutus lingkarang luka yang bisa merembet ke orang tersayang di masa depan. (*/Ana AP)