Suara Denpasar - Penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat pajak terhadap David, putra dari petinggi GP Ansor masih menjadi perhatian publik.
Motif dari penganiayaan itu sampai saat ini masih diduga disebabkan oleh persoalan asmara semata antar para remaja.
Beberapa waktu lalu media sempat terfokus pada sosok lain selain Mario sebagai anak pejabat yang tersangka dan David sebagai korban.
Sosok lain itu adalah AGH, yang merupakan kekasih dari anak pejabat pajak itu sendiri. Kini, pihak keluarga dari AGH angkat bicara terkait kasus yang mengaitkan nama AGH.
AGH sendiri diketahui sebagai orang yang merekam tindakkan kekerasan atau penganiayaan yang dilakukan oleh Mario terhadap David.
Ivana Yoan, selaku kaka dari AGH kini akhirnya buka suara tentang kronologi penganiayaan tersebut versi mereka.
Cerita itu disampaikannya melalui channel YouTube Najwa Shihab, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Selasa, (7/3/2023).
Video itu diunggah dengan durasi 12 menit 45 detik, diberi judul 'Kronologi Kasus Penganiayaan David Versi Keluarga AGH' dan diunggah 3 hari lalu.
Dalam video itu, Ivana Yoan menceritakan bahwa kejadian itu merupakan kejadian yang tidak direncanakan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Pemakaman Penuh Kejanggalan, Jenazah Ferdy Sambo Keluarkan Bau Busuk Menyengat, Benarkah?
Pada saat itu AGH bersana sang kekasih, yaitu Mario anak pejabat pajak hanya berencana jalan berdua.
Kemudian, AGH tiba-tiba teringat bahwa kartu pelajar David masih berada pada dirinya atau masih dipegang olehnya.
Kemudian, Mario meminta AGH untuk menemui David pada saat itu, sebelumnya memang anak pejabat itu kerap meminta kepada AGH untuk dipertemukan dengan David.
"MDS (Mario Dandy Satrio) setiap kali bertemu dengan AGH selalu mengungkit terkait, kapan nih bisa bertemu dengan D (David)," ujar Ivana Yoan menceritakan versinya.
"Jadi ketika MDS menjemput AGH saat itu setelah pulang sekolah, karena MDS ini tidak jadi magang," ujarnya melanjutkan.
"Kemudian memang tidak ada rencana awal untuk menghampiri kediaman D, awalnya tidak ada rencana itu sama sekali," ujarnya melanjutkan.
"Karena sebenarnya mereka hanya ingin ketemu dan pergi bareng aja waktu itu, dan pada saat itu AGH juga baru ingat bahwa kartu pelajar D masih ada di dia," lanjutnya.
"Sehingga, akhirnya MDS menyuruh AGH untuk mengechat D terkait posisi dia sedang berada dimana, dan apakah memungkinkan untuk bertemu untuk mengembalikan kartu pelajar tersebut," lanjutnya.
"MDS juga menyuruh AGH untuk berbohong bahwa AGH sedang bersama dengan kakaknya," ujarnya.
Kemudian terjadilah sekenario kebohongan yang dipaksa oleh Mario kepada AGH tentang hal tersebut.
"AGH di sini merasa tidak nyaman jika MDS harus bertemu dengan D dengan kondisi seperti itu," ujarnya melanjutkan.
"MDS sudah memiliki perbincangan sendiri dengan temannya yang berinisial S," lanjutnya.
"Jadi, S ini berkata kepada MDS 'wah parah sih, kalau gua jadi lu gua gaterima, pukulin aja, parah tuh,". lanjutnya.
"Ketika AGH bertemu dengan S, tidak ada pembicaraan terkait itu, mereka hanya berkenalan biasa," lanjutnya.
Kaka AGH mengklaim bahwa AGH tidak tahu menahu tentang rencana penganiayaan David, yang ia tahu adalah hanya ingin mengembalikan kartu pelajar saja. (*/Ana AP)