Suara Denpasar - Beredar kabar Jokowi usir Surya Paloh gara-gara ucapan kotornya, momen pengusiran itu kabarnya disaksikan para menteri istana.
Kabar tersebut diunggah dan disebarkan oleh channel YouTube SEPUTAR ISTANA, dilansir Suara Denpasar pada Selasa, (14/3/2023).
Video itu diunggah dengan judul 'GEMPAR!! DISAKSIKAN PARA MENTERI ISTANA, JOKOWI USIR SURYA PALOH GARA-GARA UCAPAN KOTORNYA'.
Kemudian pada bagian gambar utama video juga tertulis 'BREAKING NEWS, DISAKSIKAN BANYAK ORANG! JOKOWI USIR SURYA PALOH GARA-GARA UCAPAN KOTORNYA'.
video itu diunggah channel YouTube tersebut 4 jam lalu hari ini, tepatnya pada Selasa (14/3/2023), baru saja diunggah, video itu sudah ditonton 3,9 ribu kali.
Video itu diunggah dengan durasi 8 menit 5 detik. Berikut ini link video tersebut:
https://youtu.be/0tfM2sHSRJY
Lantas apakah kabar tersebut fakta? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran terkait video tersebut untuk mendapatkan fakta sesungguhnya.
CEK FAKTA
Setelah ditelusuri, video dengan durasi 8 menit 5 detik itu menayangkan potongan video pernyataan Surya Paloh dan Presiden Jokowi tentang hukum dan penegakkan hukum di Indonesia.
Baca Juga: Segera Resmikan Hubungan dengan Lionel Lee, Millen Cyrus Menikah di Luar Negeri?
"Ada Mahkamah Agung, ada Mahkamah Konstitusi, yang berperan sebagai payung-payung di atas, yang menjaga posisi peran dari keadilan," ujar Surya Paloh dalam video itu.
"Untuk itu saya ingatkan kembali kepada aparat penegak hukum untuk memproses tindakan pidana tanpa pandang bulu," ujar Jokowi dalam video tersebut.
Kemudian, sang narator menjelaskan sebuah dugaan bahwa Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menyindir penegakkan hukum di era Presiden Jokowi.
"Ketua Umun Partai Nasdem, Surya Paloh diduga menyindir penegakkan hukum di era Jokowi, dia juga menyebut bahwa pemimpin tengah lupa diri," ujar sang narator dalam video tersebut.
Setelah ditelusuri, pernyataan itu disampaikan Surya Paloh dalam acara SILATNAS Badan Advokasi Hukum DPP Partai Nasdem di Nasdem Tower pada Jum'at (10/3/2023), video pidato itu diunggah oleh channel YouTube Kompas.com pada Minggu (12/3/2023), dengan judul 'Respons Surya Paloh atas Persoalan Hukum di Indonesia'.
Pernyataan Surya Paloh itu disampaikan dalam pidatonya, konteks dari pernyataannya adalah tentang peran Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) dan persoalan hukum di Indonesia.
Adapun potongan pidato Jokowi itu disampaikan sang Presiden dalam konteks merespon indeks persepsi korupsi turun di Indonesia.
Presiden Jokowi menegaskan kembali kepada aparat penegak hukum agar terus bekerja lebih serius dalam penegakkan hukum tanpa tebang pilih.
Fakta tersebut ditemukan dari video yang diunggah channel YouTube Kompas TV satu bulan lalu, yaitu pada Selasa, (7/2/2023), dengan judul 'Presiden Jokowi Ingatkan Kembali Penegak Hukum Serius Tangani Korupsi Tanpa Pandang Bulu'.
Jadi, tidak ada indikasi saling sindiri antara Presiden Jokowi dan Surya Paloh, karena fakta dari video tersebut berbeda dengan apa yang dikabarkan oleh channel YouTube SEPUTAR ISTANA.
Selanjutnya sampai menit-menit akhir sang narator hanya membahas isu-isu yang tidak bersumber dan tanpa bukti kuat tentang adanya sindir menyindir antara Nasdem dan Jokowi.
Sampai akhir video sama sekali tidak dijelaskan, bahkan tidak dibahas tentang judul berita yang disampaikan oleh channel YouTube tersebut.
Tidak dijelaskan dan tidak dibuktikan bahwa Presiden Jokowi usir Surya Paloh dari istana karena kata-kata kotor, dan disaksikan oleh para menteri.
Dilihat dari channel YouTube Sekretariat Presiden, Instagram @sekretariat.kabinet, @jokowi, dan @official_nasdem, tidak ditemukan sama sekali bukti atau indikasi adanya insiden pengusiran yang dilakukan oleh Presiden Jokowi kepada Surya Paloh.
KESIMPULAN
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa berita tersebut tidak benar, bahkan terkategorikan sebagai berita bohong atau hoax. (*/Dinda)