Suara Denpasar - Beredar kabar suasana istana mengerikan, dikabarkan pula Jokowi sampai diusir warga.
Kabar tersebut diunggah dan disebarkan oleh channel YouTube KABAR POLITIK AKTUAL, dengan judul 'SITUASI ISTANA MENGERIKAN! WARGA USIR JOKOWI DARI ISTANA', dilansir Suara Denpasar pada Selasa, (14/3/2023).
Selain itu, pada bagian thumbnail atau gambar utama video juga tertulis 'Aksi Brutal Demonstran, Mak Mega Beri Ultimatum, Aparat Kewalahan Buntut Tunda Pemilu'.
Video tersebut diunggah channel YouTube itu hari ini, 19 jam yang lalu, tepatnya pada Selasa, (14/3/2023), dengan durasi video 11 menit 29 detik, dan sudah ditonton 2,3 ribu kali.
Lantas apakah berita yang disampaikan oleh video itu merupakan fakta? Atau hanya hoax? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran untuk mendapatkan informasi yang valid.
CEK FAKTA
Setelah ditelusuri, video tersebut menayangkan potongan video pidato Megawati Soekarnoputri tentang sikap tegas partainya tolak penundaan pemilu.
"Makanya saya tegas mengatakan, sekali lagi apa? Ketua Partai, ndak ada penundaan sama sekali, jelas! Tetap berjalan!," ujar Megawati dalam potongan video itu.
Setelah ditelusuri, video itu disampaikan Megawati 10 bulan lalu, ketika isu penundaan pemilu awal mula digaung-gaungkan, diunggah oleh channel YouTube Kompas TV pada (21/4/2022), dengan judul 'Ketum PDIP Megawati Tegaskan Tidak Ada Penundaan Pemilu'.
Baca Juga: 6 Manfaat Buah Zuriat bagi Kesehatan, Salah Satunya untuk Kesuburan!
Adapun gambar pada thumbnail itu merupakan editan, gambar aslinya adalah Megawati sedang menyampaikan pidato penegasan tolak penundaan pemilu sejak 10 bulan yang lalu, dilansir dari sumber yang sama, yaitu channel YouTube Kompas TV.
Kemudian, sang narator dalam video itu menyampaikan penjelasan ulang secara deskriptif tentang sikap tegas Ketua Umum PDI Perjuangan itu tentang penundaan pemilu.
"PDI Perjuangan dengan tegas menolak penundaan pemilu 2024, partai yang diketuai oleh Megawati Soekarnoputri ini juga enggan mentoleransi kepada pihak-pihak yang meminta pesta demokrasi mendatang menjadi mundur," ujar sang narator.
Dalam video itu tidak sama sekali dijelaskan tentang judul berita sebagaimana yang disampaikannya itu.
Jadi, isi video dengan judul video memiliki perbedaan yang sangat jauh, berita itu menipu publik, karena berbeda.
Berita yang disampaikan pada judul video itu tidak bisa dibuktikan kebenarannya, tidak ada bukti video atau sumber yang kredibel yang memperkuat berita tentang situasi suasana yang mengerikan sampai Presiden Jokowi diusir warga.