Suara Denpasar - Komika Arie Kriting sering diminta pindah agama mengikuti keyakinan sang istri, Indah Permatasari. Namun, Arie Kriting rupanya pernah menegaskan tak ingin menjadi mualaf sampai mati karena dia sudah beragama Islam sejak lahir.
Arie Kriting sering dianggap sebagai non-muslim karena berasal dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Sehingga banyak yang memintanya jadi mualaf saat menikah dengan Indah Permatasari.
Dia akhirnya mengklarifikasi hal itu saat hadir di kanal YouTube Helmy Yahya tahun lalu.
"Ada seorang tokoh agama datang ke Indonesia, lalu saya menyimak ceramah-ceramah beliau. Ini menarik juga ceramah-ceramahnya," ujar Arie Kriting seperti dikutip dari YouTube Helmy Yahya Bicara, Selasa (21/3/2023).
Perilaku Arie ini akhirnya menerima beragam tanggapan. Banyak netizen yang mendoakannya menjadi seorang mualaf.
Dia melanjutkan, "Terus ada yang kaget di sosial media tuh. 'Wah, Alhamdulillah Bang Arie udah menyimak ceramah. Kami doakan dapat hidayah, semoga segera mualaf'."
Tanggapan tersebut membuat Arie Kriting kebingungan. Namun dia memilih untuk mengisengi netizen daripada mengaku secara terang-terangan.
"Saya baca itu, banyak sekali yang suruh saya jadi mualaf kan. Saya isengin aja, maksudnya kan saya dari lahir sudah di-adzani gitu. Saya tulis, 'Sampai meninggal saya tidak akan jadi mualaf', marah semua," ujarnya sambil tertawa.
Setelah menulis komentar tersebut, Arie Kriting mendapat banyak komentar jahat. Bahkan ada yang berkata, "Islam juga tidak butuh kamu."
Baca Juga: Benci Arie Kriting, Impian Ibunda Indah Permatasari Tercapai? Pernah Cita-Cita Jadi Artis Terkenal
Lebih lanjut, dia bercerita, "Padahal itu maksud saya karena saya sudah Islam dari lahir. Ngapain saya jadi mualaf, repot sekali."
Arie Kriting juga mengungkapkan bahwa ada banyak pemeluk agama Islam di wilayah Timur Indonesia. Meskipun berbeda keyakinan, hubungan antar sesama umat beragama di sana cukup baik.
Menariknya, Helmy Yahya ternyata sempat berburuk sangka terhadap tanggapan Arie Kriting tersebut. Dia berkomentar, "Saya tiap kali terima tamu, saya baca biodatanya. Saya baca cita-citanya."
"Saya agak marah juga, 'Eh kok dia menolak menjadi mualaf, kurang ajar!' Eh ternyata nama aslinya Satriaddin," ujarnya sambil tertawa.
Arie Kriting menambahkan, "Saya punya bapak penghulu malah. Menikah-nikahkan orang. Departemen Agama saya punya bapak itu."
(*/Dinda)