"Pertimbangannya tak logis, gas air mata yang ditembakkan polisi ke arah tribun disebut menguap karena angin," ujarnya melanjutkan.
"Benarkah fakta persidangan itu sesuai dengan fakta di lapangan?," ujar sang narator.
Kemudian, tim Narasi Newsroom memperlihatkan foto-foto tragedi Kanjuruhan yang dinilai ada kesengajaan oleh oknum polisi yang mengarahkan gas air mata ke arah tribun.
"Bukti-bukti menunjukkan bahwa sejak awal polisi memang sengaja mengarahkan gas air mata ke arah tribun penonton di stadion Kanjuruhan," ujarnya menjelaskan. (Rizal/*)