Suara Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali berharap lebih banyak wisatawan datang ke Bali pasca batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dianggap orang yang paling bertanggungjawab atas dicabutnya status tuan rumah Piala Dunia U-20 tersebut. Pasalnya sebagai salah satu wilayah penyelenggara, Wayan Koster menyatakan sikap menolak Timnas Israel U-20 bermain di Bali.
Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir mengatakan salah satu pertimbangan FIFA mencabut status tuan rumah Piala Dunia U-20 dari Indonesia dikarenakan ada penolakan Timnas Israel U-20 dari kepala daerah. Tentu salah satunya adalah penolakan dari Wayan Koster.
Karena itu, setelah dicabutnya status tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berharap agar tidak berpengaruh pada wisata Bali. Bahkan berharap event-event besar seperti Piala Dunia U-20 kemarin bisa dilaksanakan di Bali lagi.
"Harapan kita event-event seperti ini yang mana bagian dari strategi pemerintah pusat dan Kementerian perbanyak adakan event-event karena sebenarnya kita kan berharap lebih banyak wisatawan untuk datang ke Bali," ujar Wakil Gubernur Bali, Cok Ace saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Senin (3/4/2023).
Cok Ace menyadari bahwa event-event besar seperti Piala Dunia U-20 tersebut sebetulnya merupakan momen yang baik untuk mempromosikan Bali ke dunia.
Namun karena sudah dicabut status tuan rumah, maka pihaknya tetap berharap agar ke depan Bali tetap dipercaya menjadi salah satu Provinsi penyelenggara kegiatan-kegiatan internasional.
"Di samping itu juga jangka panjangnya kan menjadi promosi bagi Bali kan itu harapan kita ya. Tapi karena gak jadi dilaksanakan tentu kita berharap event-event yang bisa mendukung nanti," pungkas Cok Ace. (*/Dinda)