Nasib Warga Pinggiran Amerika Serikat, Bukti Rapuhnya 'American Dream'

Suara Denpasar Suara.Com
Senin, 03 April 2023 | 21:33 WIB
Nasib Warga Pinggiran Amerika Serikat, Bukti Rapuhnya 'American Dream'
Nasib Warga Pinggiran Amerika Serikat, Bukti Rapuhnya 'American Dream' (https://english.news.cn/)

Suara Denpasar - Hicks, seorang tunawisma yang tinggal di jalanan Harbour City, sebuah lingkungan di Los Angeles, tampak sendiri melawan badai musim dingin yang melanda Amerika Serikat.

Hicks, yang juga pengangguran berusia 43 tahun di Amerika Serikat, tidak mampu membayar sewa, dan akhirnya tinggal di jalanan selama tiga bulan. 

Seperti dia, jutaan orang lainnya juga kehilangan pekerjaan karena pandemi meluluhlantakkan seluruh pasar tenaga kerja Amerika Serikat.

Di bawah terpal, Hicks bersemangat setiap hari bukan karena 'American Dream': seperangkat cita-cita di mana setiap orang diberi kesempatan mencapai kemakmuran dan kesuksesan individu terlepas dari kelas sosial. Namun Hicks hanya melanjutkan hidup yang lebih realistis, bahwa dia bisa menemukan tempat yang lebih aman.

"Situasi seperti ini bukanlah harapan layak bagi Hicks dan Mike, termasuk 69.000 orang lainnya yang tinggal tanpa perlindungan sosial di Los Angeles (LA) County. Mereka hidup tanpa akses reguler: kebutuhan seperti listrik atau air," tulis laporan Xinhua, dilansir, Senin, (3/4/2023).

Angka tersebut menandai peningkatan 4,1 persen dari statistik terakhir pada tahun 2020. Saat itu Otoritas Layanan Tunawisma Los Angeles melaporkan bahwa lebih dari 66.000 orang menjadi tunawisma.

Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS memperkirakan bahwa 582.462 orang menjalani hidup sebagai tunawisma di bulan Januari 2022.

Kekhawatiran yang lebih besar bagi para pemangku kebijakan adalah meningkatnya jumlah anak tunawisma, sebuah tanda kemiskinan antargenerasi yang akut.

Laporan terbaru organisasi nirlaba Advocate for Children of New York mengatakan bahwa jumlah terbaru siswa tunawisma di New York City mencapai lebih dari 100.000.

Baca Juga: Persib Bandung Dirumorkan dengan Eks Pemain Napoli Seharga Rp26,07 M, Rebutan dengan Persija Jakarta?

Angka itu naik 3,3 persen dari tahun sebelumnya, yang berarti sekitar satu dari sepuluh siswa yang terdaftar di sekolah umum adalah tunawisma.

Laporan tersebut juga menyoroti tingkat kehadiran di sekolah yang sangat rendah, prestasi akademik yang buruk, dan tingkat putus sekolah siswa tunawisma, lebih besar tiga kali lipat dari rekan-rekan mereka yang memiliki tempat tinggal tetap.

Sementara ribuan tunawisma mengkhawatirkan asupan makanan mereka. Ironisnya, pemerintahan Biden malah kerap membelanjakan miliaran dolar untuk bantuan senjata ke Ukraina. 

Hal ini telah mendorong para analis untuk meminta pemerintah membelanjakan uang di tempat yang memang membutuhkannya. Seperti misalnya untuk memerangi tunawisma, alih-alih berakhir di kantong pedagang senjata.

Menurut sejumlah analis, penyebab tunawisma tampaknya sulit diatasi. Sebab melibatkan segala hal, mulai dari kemiskinan antargenerasi, kekerasan dalam rumah tangga hingga penyakit mental dan penyalahgunaan narkoba.

Bahkan rasisme sistemik juga berperan. Dari para tunawisma di LA County, sekitar 30 persen berkulit hitam, dibandingkan dengan 9 persen populasi pada tahun 2022, kini telah meningkat 25,8 persen dari tahun 2020.

Kelompok ras dan etnis yang hampir tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya ini, menanggung beban pandemi, dan terperosok dalam tekanan biaya hidup. Bagi mereka yang tidak memiliki identitas resmi AS, klaim tunjangan dan bantuan pemerintah seringkali ditolak.

Namun, laporan Xinhua menyatakan bahwa semua faktor tersebut cenderung mengaburkan penyebab utama: ketimpangan pendapatan yang mendarah daging. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin tetap mencolok karena lebih dari 40 juta orang Amerika hidup dalam kemiskinan. 

Survei Statista juga mengatakan bahwa pada kuartal ketiga tahun 2022, 68 persen dari total kekayaan di negara Amerika Serikat dimiliki oleh 10 persen kalangan atas.

"Sebagai perbandingan, 50 persen orang berpenghasilan terendah hanya memiliki 3,3 persen dari total kekayaan," katanya.

Sementara menurut Biro Statistik Sensus AS, orang miskin lebih rentan terhadap penyakit, pengangguran, kecelakaan, dan mereka tertatih-tatih di ambang kehilangan tempat tinggal. (Rizal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI