Suara Denpasar - Ketegangan antara Israel dan pejuang Palestina khususnya kelompok Hamas kian memanas. Sejauh ini, belum ada indikasi dari keduanya untuk menghentikan pertempuran.
Dilansir dari Xinhua, yang memuat pernyataan seorang pejabat Palestina, bahwa Mesir dan Qatar bahkan sampai turun tangan untuk mengadakan kontak intensif dengan Hamas dan Israel. Hal tersebut ditujukan untuk menenangkan situasi di Jalur Gaza.
Pejabat Palestina itu menambahkan bahwa pejuang mereka akan melanjutkan penyerangan roket dari Jalur Gaza ke Israel. Terutama jika Israel kembali membuat kekacauan sebagaimana di masjid Al-Aqsa beberapa waktu sebelumnya.
"Kami tidak akan mentolerir setiap agresi Israel terhadap Jalur Gaza, dan kami akan menanggapinya secara langsung," kata pejabat Palestina yang tidak ingin diketahui namanya, dilansir dari Xinhua, Minggu, (9/4/2023).
Sementara itu, Hamas juga merilis pernyataan pers yang memuat soal peringatan keras pada Israel jika tetap membuat kerusuhan di Masjid Al-Aqsa, seperti yang dilakukan pada jamaah Palestina saat shalat Tarawih kemarin.
Hingga berita ini dimuat, belum ada indikasi pertempuran bakal usai. Namun pers Israel mengumumkan bahwa serangan udara Israel baru-baru ini ke Jalur Gaza akan dihentikan, dengan syarat tidak ada lagi serangan roket yang diluncurkan Hamas ke kota-kota Israel.
Untuk diketahui bahwa terhitung sejak awal pekan ini, pejuang Palestina di Gaza telah menembakkan sekitar 20 roket ke Israel selatan. Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas serangan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa. (Rizal/*)