Suara Denpasar - Cerita sedih disampaikan seorang wanita lansia asal Palestina yang diserang polisi Israel saat dirinya tengah membaca Al-Quran.
Kegiatan membaca Al-Quran itu dilakukannya di dalam masjid Al-Aqsa, di tengah ketenangan lantunan ayat suci, tiba-tiba terjadi situasi yang tak diinginkan.
Polisi Israel datang dan melakukan penggrebekan atau penyerangan ke dalam masjid Al-Aqsa, mereka menggunakan peluru karet dan granat kejut secara membabi buta dilontarkan kepada warga Palestina.
Akibatnya, seorang Lansia Palestina menjadi korban, di hadapan kamera ia bersaksi menceritakan apa yang ia alami, walau pun cerita itu harus terpotong-potong oleh nafasnya yang tidak stabil.
"Saya sedang beribadah, duduk di kursi membaca (Al-Quran)," ujar wanita Lansia itu dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube BBC News Indonesia pada Jum'at, (7/4/2023)
"Mereka (polisi Israel) melemparkan granat kejut, salah satunya mengenai dada saya," ujarnya menyampaikan.
Kemudian wanita Lansia itu terlihat menangis dan kesulitan dalam mengatur nafasnya usai menjadi korban penyerangan Israel ke warga Palestina di masjid Al-Aqsa pada (5/4/2023).
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian Israel, penggrebekan atau penyerangan itu dilakukan untuk mengusir oknum penghasut dari warga Palestina yang membawa petasan dan batu ke masji Al-Aqsa.
Dalam video yang diunggah kanal YouTube BBC News Indonesia, terlihat pihak kepolisian Israel menunjukan adanya bukti petasan dan batu yang disimpan di masjid Al-Aqsa.
Baca Juga: Pasca Penyerbuan Israel ke Masjid Al-Aqsa, Para Pemimpin Dunia Angkat Bicara
Akan tetapi tidak bisa dimungkiri bahwa Israel melakukan penggrebekan dan penyerangan secara membabi buta.
Bukan hanya wanita Lansia itu, bahkan salah seorang warga lainnya memberikan kesaksian bahwa pemuda di dalam masjid turut menjadi korban dan tidak ditolong.
"Mereka (polisi Israel) menyerang kami di dalam sana. Semua anak muda di dalam menderita, dan tidak ada yang membantu mereka," ujar seorang wanita yang terlihat mengenakan hijab dan cadar. (*/Dinda)