Suara Denpasar - Penyerang asal Kroasia, Marco Simic memenangkan gugatan di FIFA terkait sengketa gaji hingga Rp 7 Miliar dengan mantan klubnya, Persija Jakarta.
Tak sampai disitu, dikabarkan tak puas, Marco Simic menuntut kembali Persija Jakarta Sampai Rp 20 Miliar. Bahkan sekarang ini ia ingin menghancurkan tim yang pernah di belanya dulu.
Informasi tersebut beredar melalui kanal YouTube bernama LIGANYA DAGELAN dengan judul konten "Dendam memanas!! Marco Simic ingin hancurkan Persija, tak puas ajukan lagi tuntut puluhan miliar ke CAS" pada, Rabu (29/3/2023).
Selain itu, dalam thumbnail video tersebut juga menyertakan kutipan yang seolah diungkapkan oleh Marco Simic.
"Saya sudah terlanjur sakit hati, saya akan buat Persija bangkrut" kata yang tersaji dalam thumbnail video.
"Balas Dendam Karena Sudah Terlanjur Sakit Hati, Simic Tuntut Lagi Persija 20 Miliar ke FIFA" lanjutan kata dalam thumbnail tersebut.
Hingga sekarang, video tersebut telah disaksikan oleh 33ribu pengguna, Rabu(12/4/2023).
Lantas apakah klaim yang mengatakan bahwa Marco Simic tuntut kembali Persija Jakarta hingga Rp 20 Miliar benar adanya?
CEK FAKTA
Baca Juga: CEK FAKTA: FIFA Banggakan PSM Makassar ke Dunia, Benarkah?
Setelah melakukan penelusuran, klaim yang mengatakan bahwa Marco Simic menuntut Persija Jakarta hingga Rp 20 Miliar merupakan informasi yang salah.
Faktanya, dalam video tersebut tidak menunjukkan terkait bukti yang mengatakan bahwa Marko Simic ingin menghancurkan Persija hingga tuntutannya Rp 20 miliar.
Nyatanya dalam video tersebut, sang narator hanya menyampaikan bahwa ada konflik antara Persija Jakarta dengan Marco Simic.
Dilansir dari suara.com, ternyata konflik antara keduanya telah usai. Setelah Simic memenangkan gugatan sebesar Rp 7 miliar, ia sudah tidak pernah menuntut Persija Jakarta lagi. Apalagi kabar terkait tuntutannya sebesar Rp 20 miliar.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa Marko Simic ingin menghancurkan Persija hingga tuntutannya Rp 20 miliar adalah informasi bohong.