Suara Denpasar - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Menyambut bulan suci tersebut, banyak pihak bergerak baik secara individu maupun kelompok untuk membagi rasa dan kepedulian.
Salah satunya adalah Lembaga Jaringan Muda (Jarum) Demokrasi. Sekelompok anak muda itu melakukan aksi pembagian takjil gratis kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di jalan Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis, (13/4/2023).
Pembagian takjil itu menyasar driver ojek online dan para pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Setidaknya ada 150 paket takjil yang dibagikan.
Koordinator Jarum Demokrasi Rizal Muttaqien mengatakan, tujuan dari pembagian takjil itu adalah untuk lebih mendekatkan lembaga Jarum Demokrasi dengan masyarakat dan agar kita bisa memaknai bulan suci ramadhan ini dengan lebih peduli dan berempati terhadap sesama.
“Hal ini bertujuan lebih menyemarakan Ramadhan dan sebagai sarana sosialisasi yang efektif dalam mengajak masyarakat untuk memahami demokrasi dan pemilu yang lebih baik dan berkualitas,” katanya.
Salah seorang pengguna jalan, Ibu Yuli mengatakan Kegiatan berbagi takjil ini sangat bagus dan mempermudah pengguna jalan yang melakukan perjalanan untuk segera menyempurnakan puasanya.
“Pembagian takjil gratis ini sangat membantu, khususnya bagi masyarakat yang sedang dalam perjalan pulang dari tempat kerjanya dan tidak membawa bekal jadi bisa segera membatalkan puasanya begitu adzan maghrib berkumandang," imbuhnya.
Untuk diketahui, Jaringan Pemuda untuk Demokrasi atau yang disebut dengan Jarum Demokrasi adalah suatu lembaga yang fokus terhadap pendidikan terkait demokrasi dan pemilu bagi masyarakat luas utamanya adalah para pemuda.
Selain fokus pendidikan, Jarum Demokrasi juga fokus terhadap pengawalan dan advokasi terhadap isu-isu penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Baca Juga: Finish di Bawah Persis, Taisei Marukawa Bertekad Bawa PSIS Semarang Juara Musim Depan
"Tujuan dibentuknya lembaga ini untuk memastikan demokrasi di Indonesia berjalan sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa, demokrasi harus bisa menjadi alat untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia," tegas Rizal Muttaqien.
Rizal menjelaskan, untuk menghadapi momentum politik 2024, masyarakat berhak mendapatkan pendidikan politik sehingga masyarakat bisa menentukan pilihan politiknya atas dasar kesadaran sendiri tanpa ada unsur paksaan maupun bujuk rayu.
Apalagi dengan iming-iming berupa uang ataupun lainnya yang mungkin dilakukan oleh pihak manapun.
"Dengan begitu, masyarakat juga bisa memilih calon pemimpin bangsa yang berkualitas, memiliki integritas tinggi dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa dan negara," tandas Rizal Muttaqien. (Rizal/*)