Suara Denpasar - Masturbasi merupakan salah satu aktifitas yang berkaitan dengan seksual dengan cara menyentuh atau memainkan alat kelamin guna mendapatkan kepuasan seksual terhadap diri sendiri. Pembahasan tentang seks mungkin masih banyak masyarakat yang menganggap itu tabu untuk dibicarakan. Namun berbeda bagi Anya Geraldine, tanpa ragu ia menanyakan tentang masturbasi kepada Seksolog dr. Boyke Dian Nugraha.
Hal itu bisa dilihat dalam unggahan video pada kanal Youtube Waw Entertaintment.
“Kalau masturbasi sendiri nih yang aman itu berapa kali dalam seminggu? Kalau tiap hari boleh gak sih?,” tanya Anya dikutip dari Youtube Waw Entertaintment.
Dokter Boyke lantas menjawab bahwa melakukan masturbasi setiap hari dapat menimbulkan resiko seperti pada dengkul dan wajah menjadi kuyu.
“Ya nggak boleh lah, kalau tiap hari nanti kalau tiap hari nanti kamu dengkulnya wajahnya kuyu. Karena kan itu protein semua keluar,” jawab dr Boyke.
Anya pun lantas kembali bertanya dengan membandingan dengan pasangan suami istri yang melakukan hubungan badan setiap hari.
“Apa bedanya dengan orang suami istri berhubungan (badan) tiap hari ?,” tanya Anya lagi.
“Beda, kalau orang berhubungan suami istri kan ada pemuasnya. Kalau ini (masturbasi) kan menggunakan tangan dan fantasinya yang dipakai,” jawab dr Boyke lagi.
Melansir laman halodoc, diketahui masturbasi memiliki beberapa efek negatif diantaranya adalah;
Baca Juga: Cek Fakta: Tinggalkan Persib Bandung, Luis Milla Kembali ke Timnas Indonesia Gantikan Shin Tae Yong?
1. Rasa Bersalah
Setelah melakukan masturbasi, sebagian orang akan merasakan penyesalan serta rasa bersalah. Rasa penyesalan tersebut karena bertentangan dengan budaya, lingkungan, hingga agama.
2. Adiksi atau ketergantungan
Masturbasi diketahui dapat menyebabkan seseorang menjadi ketergantungan. Jika dibiarkan, tentunya hal tersebut akan mengganggu hubungan dengan pasangan ketika di ranjang.
Oleh sebab itu, anda harus bijak jika ingin melaksanakan masturbasi. Tak ada larangan dari sisi medis jika masturbasi dilakukan secara normal dan tidak berlebihan. Jika anda sudah mengalami ketergantungan terhadap masturbasi, segeralah konsultasikan keluhan anda kepada dokter spesialis atau psikolog kepercayaan anda. (Rizal/*)