Suara Denpasar – Jusuf Kalla membeberkan alasan di balik kemunduran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi anggota kabinet Gotong Royong. Pengakuan ini diungkap secara eksklusif oleh mantan Wakil Presiden Indonesia itu saat menjadi bintang tamu di sebuah stasiun televisi.
Seperti diketahui, SBY dan Jusuf Kalla (JK) adalah pasangan presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2004-2009.
Sebelum mengisi jabatan tinggi tersebut, keduanya pernah menjabat sebagai anggota kabinet Gotong Royong. Pada masa pemerintahan Megawati periode 2001-2005, SBY sempat mengisi jabatan sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Sedangkan JK berposisi sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).
Namun, keduanya tiba-tiba mundur dari jabatan tersebut. Saat itulah muncul spekulasi di masyarakat mengenai keluarnya mereka antara keluar atau dikeluarkan. Selama bertahun-tahun, isu ini masih merebak di masyarakat.
Kini, Jusuf Kalla pun mulai memberikan terkait fakta di balik kemunduran itu dalam acara Q&A yang tayang di kanal YouTube Metro TV, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Rabu (19/4/2023).
JK membantah bahwa SBY tidak dipecat atau dikeluarkan dari kabinet yang dipimpin Megawati, melainkan rekannya mengundur diri.
“SBY itu tidak dipecat, dia mengumumkan dia mundur,” papar JK.
Menurutnya, saat sidang kabinet pada waktu itu, SBY yang tidak hadir bukan karena dipecat, tetapi karena dia sedang membuat konferensi pers di luar yang menyatakan kemunduran dirinya.
“Pada saat kita sidang kabinet, dia (SBY) tidak hadir, di luar dia bikin konferensi pers bahwa dia mundur,” terangnya.
Baca Juga: Sempat Pilih Timnas Belanda, PSSI Resmi Batalkan Naturalisasi Justin Hubner, Begini Kronologinya
Bahkan, JK kala itu melihat Megawati menerima sebuah memo dari ajudannya bersamaan dengan dia yang menerima kabar kemunduran SBY dari seorang wartawan.
“Saya lihat tiba-tiba Ibu Mega sedang dikasi memo oleh ajudannya, kemudian saya melihat di handphone saya, ada wartawan ‘pak, ini SBY mengumumkan mau keluar dari kabinet’,” kenang Jusuf Kalla.
Mendapat kabar tersebut, sontak JK langsung bergegas ke kantor SBY demi memastikan berita tersebut sekaligus menanyakan alasannya keluar.
Namun, saat itu SBY hanya menyampaikan bahwa meski dia telah keluar, tetapi setiap ada kesempatan dia akan sedia membantu.
“Dia bilang ada kesempatan saya bantu, kalau dia (SBY) ada kesempatan tolong dibantu,” kata JK mengingat pesan yang disampaikan SBY kala itu.
Berselang satu bulan, JK akhirnya juga mengikuti jejak SBY dengan mengajukan surat pengunduran diri kepada Megawati.
Tercatat, SBY mundur dari kabinet pada 11 Maret 2004. Sedangkan JK resmi keluar pada 19 April 2004.
Selepas kemunduran keduanya, SBY dan JK kemudian mencalonkan diri sebagai pasangan presiden dan wakil presiden.
Tak disangka, keduanya berhasil menyaingi Megawati yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi. Alhasil SBY dan JK pun tercatat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pada periode 2004-2009. (Rizal/*)