Suara Denpasar - Fatimah Zahratunnisa memenangkan kompetisi menyanyi di Jepang beberapa tahun yang lalu.
Namun hal ini viral sebulan yang lalu ketika dia membongkar tabiat buruk bea cukai yang menahan piala kompetisi.
Petugas bea cukai bahkan sempat meminta uang ketika Fatimah berniat mengambil piala secara gratis karena sesuai begitulah prosedurnya.
Sebulan setelah kasus itu selesai dan pihak Kemenkeu sempat meminta maaf, ternyata hidup Fatimah tidak baik-baik saja.
Fatimah curhat di Twitter bahwa buzzer bea cukai masih mengganggu hidupnya dengan membanjiri DM Instagram-nya.
"Kasus Piala 4 Juta udah lewat sebulan masihhhh ada aja yg maki-maki di DM Instagram wkwk," tulis @zahratunnisaf dikutip pada (23/4/2023).
"Kalian pasti staff-staff becuk yang suka malak terus kalang kabut karena lahan pemalakan jadi berkurang ya dikawal netijen? THR jadi tipis kah? ??," lanjutnya.
Fatimah menjelaskan apa yang dialami menjadi sebuah thread panjang termasuk screenshot DM yang diklaim dari buzzer bea cukai.
Ada pula tanggapan langsung dari pihak bea cukai yang menjapri Fatimah. Pihak itu mengatakan bisa jadi mereka adalah oknum yang ingin menjatuhkan bea cukai saat ini.
Bahkan ada pihak yang menyarankan Fatimah menghapus tweet pertama yang tidak menyertakan tambahan 'oknum' yang telah mengganggu Fatimah.
Sebab Fatimah menganggap selama ini banyak followersnya berasal dari wibu. Namun ketika kasus piala ini viral, follower bertambah dan hidup Fatimah tidak tenang.
"MUNGKIN orang iseng ya gaes ya. Gatauuu. Followers2 wibuku kembali lah kita ramaikan kembali konten2 perwibuan ," ucap Fatimah.(*/Ana AP)