Suara Denpasar - Menjelang dibukanya jendela transfer kompetisi Liga 1 musim 2023/2024, Persija Jakarta dikabarkan telah resmi merekrut pemain bintang Eropa yang bahkan pernah merasakan bermain di Piala Dunia bersama timnas Chile.
Pemain yang dikabarkan telah resmi bergabung dengan skuad Macan Kemayoran tersebut ialah Alexis Sanchez. Selain Sanchez, kabarnya Ezra Walian serta Evan Dimas termasuk kedalam rekrutan baru Persija untuk musim depan.
Kabar bergabungnya ketiga pemain tersebut disebarkan oleh kanal Youtube PERSIJA CHANNEL pada (28/04/2023). video berdurasi 2 menit 48 detik tersebut diunggah dengan judul “Berita persija hari ini !! alexis sanchez resmi ke persija untuk main di AFC musim depan !!,”. video tersebut dapat disaksikan pada link berikut: https://youtu.be/O0O9Yw07vx4
Sampai saat ini (29/04/2023), tayangan tersebut telah ditonton sebanyak 1,2 ribu kali. Lantas benarkah klaim bahwa ketiga pemain tersebut telah resmi bergabung dengan Persija?
CEK FAKTA
Berdasarkan penelusuran, narator dalam video tersebut pada awalnya menjelaskan bahwa Persija Jakarta kini tengah mencari pemain bintang Eropa dengan tujuan untuk menaikan popularitas. Nama Alexis Sanchez lantas disebut sebagai bidikan dari Persija bersamaan dengan Evan Dimas. Dalam tayangan tersebut sama sekali tidak ada pembahasan mengenai Ezra Walian seperti yang tertera dalam thumbnail.
Melansir laman Tranfermarkt, saat ini Alexis Sanchez masih resmi berseragam Marseille di Ligue 1 Prancis hingga 30 Juni 2023 mendatang. Ezra Walian juga masih terikat kontrak panjang bersama Persib Bandung hingga 31 Desember 2024. Sedangkan Evan Dimas tidak diketahui kapan kontraknya akan berakhir bersama Arema FC.
Pihak manajemen Persija Jakarta pun sampai saat ini belum mengumumkan adanya perekrutan ketiga pemain tersebut ke tim Macan Kemayoran.
KESIMPULAN
Baca Juga: Ambisi Bawa Persija Juara Liga 1, Thomas Doll Bekerja Keras Untuk Mendapatkannya
Klaim bahwa Alexis Sanchez, Ezra Walian, serta Evan Dimas telah resmi bergabung dengan Persija Jakarta merupakan Klaim yang salah. Konten tersebut terindikasi sebagai konten yang menyesatkan. (*/Dinda)