Suara Denpasar – Hubungan Gubernur Bali Wayan Koster dengan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta sempat tertimpa isu keretakan, perlahan buyar.
Kini kedua kader PDI Perjuangan itu sudah tampil mesrah. Bupati Giri Prasta sudah hadir dalam satu acara dan duduk bersebelahan dengan Gubernur Koster.
Pemandangan saat penyerahan hibah aset tanah Pemprov Bali untuk perluasan Pura Dalem Desa Adat Tandeg dan untuk Kantor Perbekel serta GOR Desa Tibubeneng, Senin (8/5/2023) merupakan hal langka.
Kebersamaan itu pu menimbulkan banyak spekulasi, hingga keduanya akan sepaket merebut kursi Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali 2024.
Terlebih lagi, dalam pertemuan yang berlangsung di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Tandeg, Desa Tibubeneng itu, Bupati Giri Prasta berfoto dengan salam dua jari.
Sontak saja, salah dua jari yang sering digunakan Koster dan pendukungan sebagai tanda dua periode mengubah persepsi masyarakat.
Mungkinkah kedua tokoh ini akan dipersatukan menjadi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024, bagaimana dengan Tjokorda Arta Ardana Sukawati alias Cok Ace?
Jika Giri Prasta mendapat tugas menjadi pendamping Koster, maka deklarasi Koster – Cok Ace dua periode terancam bubar.
Namun giri Prasta membantah, jika pose salam dua jari itu diarti sebagai bentuk dukungan Koster dua periode.
Baca Juga: Giri Prasta For Bali Satu Lempar Handuk, Kini GP Dukung Pak Yan Koster Dua Periode
“Jangan diasumsikan seperti itu (dukung dua periode-red), jangans ampia saya disalahkan, karena saya pakai (menunjuk cawan Bupati-red),” kata Giri Prasta kepada wartawan usai kegiatan. (*)