Suara Denpasar - Ketum DPP Partai Gerindra ternyata mengagumi Simon Bolivar. Jenderal ini dikagumi mantan presiden Venezuela, Hugo Chavez. Siapa dia?
Pengakuan itu disampaikan Prabowo Subianto dalam sebuah pidato yang dibagikan lewat media sosial Partai Gerintd, baik di Tiktok @partaigerindra maupun Instagram @gerindra. Dia mengaku dari kecil hobi belajar sejarah.
Dari belajar sejarah itu, dia menemukan nama Simon Bolivar. Dia mengatakan, nama ini adalah seorang jenderal yang membebaskan lima negara dari penjajahan di Amerika Latin. Lima negara itu adalah Venezuela, Kolombia, Panama, Bolivia, dan Peru.
"Dia mengatakan, pendidikan yang hebat menghasilkan negara yang hebat. Dan ini saya yakini. Suatu bangsa akan berjalan menuju kebesaran dengan cepat sesuai dengan kecepatan pendidikan mereka, suatu bangsa akan terbang jika pendidikannya baik, suatu bangsa akan runtuh jika pendidikannya diabaikan," tandas Prabowo.
Lantas siapa sebetulnya Simon Bolivar? Dilansir dari berbagai sumber, Simon Bolivar dijuluki sang pembebas Amerika Latin dari penjajahan Spanyol. Berikut sosoknya.
Yatim Sejak Usia 10 Tahun
Simon Bolivar lahir di Caracas, Venezuela pada 1783. Dia menjadi yatim piatu sejak usia 10 tahun. Namun, Bolivar sebetulnya dari keluarga bangsawan kaya yang mewarisi perkebunan dan ratusan budak.
Sepeninggal ayah ibunya, dia ikut pamannya dan mendapat pendidikan yang baik. Salah satu gurunya adalah Simon Rodriguez yang mengagumi Revolusi Prancis.
Pada usia 15 tahun, dia bersekolah di Prancis. Bergaul dengan bangsawan Prancis, salah satunya Pangeran Fernando, yang di kemudian hari jadi raja dengan gelar Ferdinand VII.
Dia menikah dengan bangsawan di Spanyol, Maria Teresa Rodrigueq del Toro y Alaysa pada 1802. Kemudian kembali ke Venezuela.
Namun, istrinya sakit dan meninggal dunia. Dia terpukul peristiwa ini dan berjanji tidak akan menikah lagi.
Terinspirasi Revolusi Prancis
Bolivar akhirnya berkelana ke Eropa. Termasuk ke Prancis. Kala itu, Prancis baru saja terjadi revolusi. Sehingga suasana revolusioner ini membuat hatinya bergetar.
Dia belajar dari sejumlah tokoh pencerahan. John Locke, Jean-Jacques Rousseau, dan Montesquieu. Ia juga belajar dari pemikiran Thomas Paine, pemikir revolusioner Inggris.
Kembali ke Venezuela dan Berjuang
Berkat anjuran gurunya, Simon Rodriguez, dia bertekad pulang ke Amerika Latin untuk mengusir penjajah Spanyol.
Dia kembali ke Venezuela. Dalam waktu bersamaan, Spanyol terdesak karena ditaklukkan Napoleon dari Prancis. Hal itu dimanfaatan pejuan kemerdekaan Venezuela.
Terbentuk pemerntah junta militer. Simon Bolivar menjadi salah satu utusan untuk melobi Inggris.
Dalam perjalanannya, Simon Bolivar menyadari kelemahan pemerintahan junta. Dia menginginkan merdeka 100 persen dari Spanyol dan bentuk negara adalah republik.
Mengajak kawannya, Francisco de Miranda yang merupakan jenderal legendaris yang pernah bertempur dengan Napoleon dan George Washington, dia berhasil memerdekakan Venezuela sebagai negara republik.
Republik itu menghadapi perang melawan tentara Spanyol dan kaum bangsawan Venezuela pendukung Raja Spanyol. Gempa bumi meluluhlantakan republik baru ini. Dia kabur ke Cartagena, New Granada.
Dari Cartagena dia menyiapkan pasukan. Kemudian memulai peperangan dengan Spanyol, untuk pembebasan Venezuela.
![Hugo Chavez bdan potret Simon Bolivar [BBC]](https://media.suara.com/suara-partners/denpasar/thumbs/1200x675/2023/05/15/1-simon-bolivar-dan-hugo-chavez.jpg)
Dijuluki El Libertador
Setelah memenangkan pertempuran di sejumlah kota, akhirnya pasukan Bolivar berhasil masuk Caracas pada 1813, dan mendapat julukan El Libertador atau sang pembebas.
Dia membentuk republik kedua. Berbeda dari republik pertama yang federalis. Republik kedua adalah sentralistik dan terkomando. Tapi, perang tak kunjung usai. Pasukan Spanyol dan pendukungnya kembali mengalahkannya pada 1814.
Dia kembali menyingkir. Ke Jamaika, kemudian Haiti, hingga pada 1816 dia kembali berlayar ke Venezuela melanjutkan perang pembebasan.
Bebaskan Budak dan Bagikan Tanah
Yang menarik, agar dapat dukungan rakyat, dia membeaskan Budak, membagikan tanah yang disita dari penguasa Spanyol dan pendukungnya kepada petani miskin. Dia menyerukan persatuan bangsa Venezuela tanpa memandang ras dan kelas.
Strateginya berhasil. Dia memenangkan sejumlah pertempuran di kota-kota yang dilewati dari Kolombia pada 1819.
Bebaskan Lima Negara dari Spanyol
Selain bertempur di wilayah Kolombia dan membentuk Republik Kolombia Raya, dia memerdekakan Ekuador dan Panama dari penjajahan Spanyol.
Pada 1820, Spanyol diguncang revolusi anti-monarki yang membuat Raja Ferdinand VII menerima pembatasan kekuasaan dan pinsip-prinsip liberalisme. Bolivar mengambil momentum itu untuk merebut Caracas pada 1821. Dia memenangi pertempuran dan membebaskan Caracas.
Bolivar menjadi pemimpin sampai 1830 di tengah perpecahan negara-negara yang dibebaskannya. Dia meninggal dunia karena TBC.
Namun, dia tetap dikenang sebagai "Sang Pembebas" dan dikagumi banyak pemimpin Amerika Latin, termasuk mendiang Presiden Venezuela, Hugo Chavez. (*)