Suara Denpasar – Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ke-21 dihadiri oleh beberapa petinggi partai dan pejabat negara, diantaranya Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Ketua Majelis Syuro PKS Dr. Salim Segaf, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Sekretari Jenderal PKS Aboe Bakar Al-Habsyi, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Selain itu, bakal calon presiden yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan serta mantan Wakil Presiden Republik Indonesiadi Jusuf Kalla turut hadir di milad PKS yang ke-21.
Sementara dua tokoh nasional, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh dan Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) batal menghadiri undangan milad PKS yang ke-21. Menurut Habib Aboe, keduanya akan menyampaikan pidato kebangsaan pada moment tersebut.
Wakil Ketua Umum Nasdem, Ahmad Ali pun menjelaskan bahwa membangun koalisi bersama Partai Demokrat dan PKS merupakan pilihan yang cukup sulit. Pasalnya kedua partai tersebut merupakan partai yang memposisikan dirinya berada di luar pemerintahan atau dengan kata lain beroposisi.
“Memilih berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat, bukanlah pilihan yang mudah bagi Nasdem.” Jelas Ahmad Ali dilansir dari antaranews.com oleh Suara Denpasar pada Senin (22/5/2023)
Namun, salah satu tujuan Nasdem memilih untuk berkoalisi dengan kedua partai tersebut adalah bagian dari strategi merawat demokrasi yang kini tengah tumbuh di Indonesia dan selaras dengan tekad yang dimiliki oleh bakal calon usungan Nasdem, PKS dan Demokrat yaitu KPP Anies Baswedan. (*/Dinda)