Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar

Bella

Rabu, 04 Februari 2026 | 15:25 WIB
IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar
Ilustrasi IHSG {Suara.com/AI]
baca 10 detik
  • IHSG melemah dan rupiah tertekan akibat kegagalan BEI dan OJK mengawasi manipulasi saham yang merugikan investor.
  • Valuasi saham melonjak drastis dari normal, disertai isu minimnya keterbukaan kepemilikan saham sebenarnya (beneficial ownership).
  • Kepercayaan investor asing tergerus, berpotensi menurunkan peringkat utang negara jika regulator tidak segera melakukan reformasi.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan, sementara nilai tukar rupiah melemah. Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dinilai gagal mengawasi praktik manipulasi saham.

Seorang politikus, Syahganda Nainggolan, menilai praktik tersebut membuat valuasi saham berada di luar kewajaran. Price to Earnings Ratio (PER) yang normalnya berada di kisaran 10–15 kali, disebut melonjak hingga ratusan bahkan ribuan kali. Hal ini dinilai merugikan investor ritel yang serius berinvestasi jangka panjang.

“Yang saham itu baru awal-awal 160 perak ya naik jadi 8.000.. Selama ini digoreng-goreng, sama bursa effect dibiarin,” jelas Syahganda dalam kanal YouTube Bambang Widjojanto, Rabu (4/2/2026).

Selain valuasi yang tidak wajar, isu lain yang mencuat adalah minimnya keterbukaan informasi mengenai beneficial ownership atau pemilik sebenarnya saham.

Perusahaan yang mengklaim telah melepas sebagian sahamnya ternyata masih dikendalikan oleh jaringan internal. Kondisi tersebut memunculkan keraguan di kalangan investor asing.

Lembaga keuangan internasional seperti Morgan Stanley disebut telah melayangkan mosi ketidakpercayaan terhadap BEI dan OJK. Bahkan, sejumlah investor global seperti Nomura hingga BlackRock dikabarkan masih menunggu langkah perbaikan dari regulator Indonesia.

Kondisi ini dinilai berbahaya bagi stabilitas pasar modal. Jika kepercayaan tidak segera dipulihkan, lembaga pemeringkat internasional disebut-sebut dapat menurunkan peringkat Indonesia. Dampaknya, surat utang negara berisiko ditinggalkan investor karena dinilai memiliki risiko gagal bayar.

“Kalau rating turun, bunga bisa naik tinggi seperti kasus Yunani dulu, dia ngasih 20% bunga, nggak mau orang beli juga 30 persen, dia enggak mau juga karena apa? Kan orang takut dia nggak bisa bayar,” ujar Syahganda.

Syahganda juga menekankan perlunya reformasi besar di tubuh OJK dan BEI. Regulator diminta bertindak tegas terhadap praktik manipulasi saham serta memperkuat integritas para pejabatnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan market confidence yang kini tergerus.

baca juga

“Cuman yang mau saya mau bilang ini kan harus OJK harus ketemu orang yang sangat-sangat berintegritas tinggi ke depan, karena apa? Karena kepercayaan pasar market confidence ini di pasar modal ini harus terjadi dong secepatnya,” tegasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh

BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:24 WIB

Skandal PIPA Bikin BEI Memperketat Syarat IPO Saham, Model Bisnis Jadi Sorotan

Skandal PIPA Bikin BEI Memperketat Syarat IPO Saham, Model Bisnis Jadi Sorotan

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:13 WIB

Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai

Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:08 WIB

Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar

Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:31 WIB

Misbakhun Masuk Radar Bos OJK, Hasan Fawzi: Terbuka Buat Semua!

Misbakhun Masuk Radar Bos OJK, Hasan Fawzi: Terbuka Buat Semua!

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:39 WIB

Profil Mukhamad Misbakhun: Ketua Komisi XI DPR RI, Calon Ketua OJK?

Profil Mukhamad Misbakhun: Ketua Komisi XI DPR RI, Calon Ketua OJK?

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:20 WIB

Dihantam Tekanan Jual, IHSG Memerah Lagi

Dihantam Tekanan Jual, IHSG Memerah Lagi

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:57 WIB

IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK

IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:49 WIB

Jeffrey Hendrik Jabat Dirut PT BEI Sampai Juni 2026

Jeffrey Hendrik Jabat Dirut PT BEI Sampai Juni 2026

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:34 WIB

Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?

Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:19 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×