Suara Denpasar - Nama Kolonel Wahyo Yuniartoto turut viral di tengah perhelatan SEA Games 2023. Hal itu karena aksinya yang gagah dalam menghadang pelatih pencak silat Vietnam yang sempat melakukan aksi kurang terpuji.
Videonya dari Kolonel Wahyo Yuniartoto itu pun viral di media sosial dan menuai banyak pujian dari netizen. Namun siapa sangka, di balik aksinya yang keren di SEA Games 2023 cabor pencak silat itu, ternyata Kolonel Wahyo Yuniartoto adalah sosok militer yang memiliki banyak penggemar.
Tak heran, dirinya memang seorang anggota Kopassus yang telah mengantongi banyak prestasi di kemiliteran. Namun yang menarik, holscher dari Kolonel Wahyo Yuniartoto yang ia kenakan saat memakai seragam TNI membuat netizen salah fokus.
Pada Senin (22/5/2023), sosok manajer Timnas Pencak Silat Indonesia di ajang SEA Games 2023 tersebut mengunggah fotonya bersama para Ksatria Yudha militer. Melalui caption ia menjelaskan bahwa keyakinan dan keberanian adalah dua pilar norma yang harus disertakan di sepanjang hayat,
"Sarung pistol nya keren... mirip di film platoon," tulis akun @yoppi_82.
"Legend, Saving Private Ryan.....WW2...," jawab Kolonel Wahyo Yuniartoto melalui akun Instagramnya @wahyo.yuniartoto.
"Ijin bapak, kenapa bapak suka sekali dengan ild british style. Sampe holsternya aja pake bahan kulit. Nice bapak matahari," tanya akun @adiknya.wong.eeddaann.
Membaca komentar itu, manajer Timnas Pencak Silat Indonesia itu pun memberikan penjelasan mengenai sejarah awal terbentuknya Kopassus di Indonesia.
Awalnya, satuan ini berasal dari kesatuan Komando Teritorium III (Koter III) yang berada di bawah komando Panglima Tentara Teritorium III Siliwangi.
Dalam perjalanan sejarah Koter III, kemudian terbentuklah Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD), yang merupakan kelanjutan dari Koter III. Setelah itu, KKAD berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan akhirnya menjadi Kopassus.
Salah satu tokoh yang berperan besar dalam sejarah tersebut adalah seorang pria berkebangsaan Belanda kelahiran Kanada bernama Rokus Bernardus Visser. Visser sendiri, dijelaskan oleh Kolonel Wahyo Yuniartoto, adalah seorang pensiunan tentara dan dulunya adalah anggota KST (Korps Speciale Troepen), sebuah kesatuan pasukan khusus Belanda.
"Ia merupakan Komandan RPKAD saat KKAD diresmikan menjadi RPKAD oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta di Batujajar, Cimahi, Jawa Barat 25 Juli 1955.
Sebelum itu, Visser adalah seorang pensiunan tentara bekas anggota KST (Korps Speciale Troepen) atau kesatuan pasukan khusus Belanda. Karir tentaranya dimulai pada Perang Dunia II awal tahun 1940, yakni saat berada dalam pengasingan di Inggris," lanjut Kolonel Wahyo Yuniartoto menjelaskan mengenai latar belakang ia memilih holscher tersebut. (*/Dinda)