Suara Denpasar – Pengamat Politik dari Universitas Diponegoro Turiantoro, membeberkan kunci utama yang dimiliki Erick Thohir untuk dilirik sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024.
Menurut Turiantoro, faktor utama yang bakal membuat Erick Thohir terpilih adalah keberhasilannya dalam membenahi serta membongkar korupsi di tubuh perusahaan-perusahaan pelat merah.
“Pembenahannya terus dilakukan (Erick Thohir) dan sekarang hasilnya mulai nampak,” kata Turiantoro, dikutip dari Antara, Minggu (11/6/2023).
Rekam jejak luar biasa yang dimiliki Erick Thohir dalam memberantas korupsi terlihat dari tindakannya yang tidak pernah pandang bulu memberantas korupsi di lingkungan Kementerian BUMN.
Turiantoro lantas mencontohkan salah satu korupsi BUMN yang berhasil dituntaskan Erick Thohir adalah kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 2019 lalu, yang sebelum mandek hingga10 tahun lamanya.
“Erick Thohir proaktif terhadap instansi penegak hukum, sehingga kasus tersebut dapat dilanjutkan dengan merapihkan administrasi dalam perkara asuransi Jiwasraya,” ungkapnya.
Selain kasus tersebut, Erick Thohir juga pernah membantu penegak hukum perihal korupsi di tubuh Garuda Indonesia pada awal 2022, dengan menyerahkan data tambahan kepada Kejagung guna mengungkap dugaan korupsi penyewaan pesawat jenis ATR 72-600 Garuda Indonesia.
Terakhir, Menteri BUMN yang menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu juga secara tegas membuka kasus korupsi dalam tubuh Waskita Karya, dengan aktif berkoordinasi bersama Kejagung guna mengungkap kasus yang merugikan negara triliunan rupiah itu.
Tak hanya berkontribusi dalam pembongkaran kasus korupsi, Erick Thohir juga berhasil meningkatkan laba BUMN dari Rp13 triliun pada 2020 menjadi Rp124 triliun pada 2021, dan kembali meningkat Rp303 triliun pada 2022.
Baca Juga: CEK FAKTA: Dikawal Ketat TNI POLRI, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Resmi Digiring ke Bareskrim?
Dividen kepada negara ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam sejarah lantaran mencapai Rp80 triliun.
Karena itu, Turiantoro tak merasa heran ketika melihat kebanyakan pemilih Erick Thohir datang dari klaster pemilih paling rasional dalam artian masyarakat yang memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak kepemimpinan yang dimiliki.
“Pemilih rasional itu yang sering pindah, nalarnya dipakai, dan kecenderungannya ke Erick Thohir,” pungkas pengamat politik tersebut. (*)