Suara Denpasar – Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Megawati Soekarnoputri, meminta TVRI untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda agar mau menyekar ke makam pahlawan tanpa nama.
Hal tersebut disampaikan Megawati pada acara penandatanganan Nota Kesepakatan (Mou) tentang Indonesia Raya Jelajah Sains yang digelar di Gedung TVRI, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2023).
Megawati mengaku sedih dengan tayangan TV di Indonesia yang hanya menayangkan masalah hukum, tetapi minim pengetahuan sejarah-sejarah tentang pahlawan.
Karenanya, ia meminta TVRI untuk mengangkat sebuah program yang berkaitan dengan hal tersebut, terutama perihal pahlawan tanpa nama.
“Tolong TVRI ambilkan (program edukasi) itu, terus ada (pahlawan) mati tidak ada nama (anonim),” kata Megawati, dikutip dari Antaranews.com, Senin (12/6).
Ia pun menjelaskan alasannya tak lain ialah agar masyarakat bisa mengetahui bagaimana semangat perjuangan para pahlawan, apalagi mereka yang rela meninggal tanpa nama hanya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Ini kalau menyekar sudah tahu mereka jadi apa. Karena mereka ini berjuang tanpa nama, mereka tidak diketahui namanya. Akan tetapi, karena semangat juang untuk merdeka, mereka rela meninggal,” katanya.
Banyaknya jasad pahlawan tanpa nama, putri Proklamator RI Soekarno ini menyesalkan apabila masih ada warga Indonesia yang tidak mau belajar tentang sejarah bangsa dan ideologi yang sudah diperjuangkan.
Megawati bahkan menantang orang-orang, terutama mereka yang jumawa tidak setuju Pancasila dan memperdebatkan NKRI untuk menanyakan apa yang sudah mereka berikan untuk negeri ini.
Baca Juga: Geram Bali United Diledek Guling-Guling FC Usai Kalahkan PSM Makassar, Coach Teco: Dia Sedang Cedera
“Cobalah kamu pikir, ngomong sama dirimu, who I am, siapa kamu, siapa saya, apa baktimu pada negeri ini biar secuil gini?” ujarnya.
Terkait tradisi nyekar ini, Megawati mengatakan bahwa hal tersebut bahkan selalu ia ajarkan kepada anak dan cucunya.
“Anak saya, cucu saya, kalau kami menyekar, saya selalu menyediakan tradisi menyekar. Saya suruh bawa keranjang yang bukan untuk keluarga yang kami sekar, (seperti) bapak saya dan ibu saya. Tapi saya suruh (mereka) mencari di taman makam pahlawan,” kata Ibunda Puan Maharani itu.
Baginya, mengajarkan anak-anak masalah ini menjadi hal penting yang harus dilakukan orang tua. Karena itu, ia pun meminta masyarakat untuk melakukan hal serupa.
“Anak-anak kalian, kalau tidak diajari (tradisi nyekar), terus kalian mau jadikan anak-anak kalian apa,” kata Megawati menutup keterangannya. (*)