Suara Denpasar – Beredar kabar pemain Timnas Indonesia langsung diusir warga Malaysia setelah tiba di bandara, dikarenakan warganya menolak melawan skuad garuda.
Dikabarkan bahwa penolakan itu terjadi lantaran warga Malaysia enggan Timnasnya menghadapi Indonesia dalam ajang persahabatan FIFA Match Day.
Kabar tersebut diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube LIGANYA DAGELAN, diunggah pada Sabtu, (24/6/2023), baru saja 15 jam dari waktu pengunggahan, video itu viral sampai ditonton 6,4 ribu kali.
Video itu diunggah dengan durasi 8 menit 4 detik dengan judul ‘Tiba di Bandara Langsung Diusir!!! Pemain Timnas Diusir Warga Malaysia dan Dihina, Tolak Lawan Garuda’, dilansir Suara Denpasar pada Sabtu, (24/6/2023).
Lantas benarkah kabar tersebut? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran mendalam terkait berita tersebut guna mendapatkan fakta sebenarnya.
CEK FAKTA
Setelah ditelusuri, video itu berisikan video-video cuplikan laga Timnas Indonesia dan Malaysia, kemudian diiringi dengan penjelesan sang narator.
Akan tetapi dalam video itu sama sekali tidak ditemukan bukti yang bisa membenarkan judul berita yang dituliskannya, bahkan sang narator sama sekali tidak membahas berita yang ditulisnya pada judul.
Sang narator dalam video itu hanya membahas soal rencana pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia dengan Malaysia yang rencananya akan digelar pada bulan September mendatang.
Kemudian, diperkeruh dengan asumsi yang mengatasnamakan warganet.
“Timnas Malaysia bakal menghadapi Timnas Indonesia di FIFA Matchday pada bulan September 2023 mendatang,” ucapnya.
“Banyak netizen negeri Jiran itu tidak setuju skuad Malaya menghadapi skuad garuda,” jelasnya, namun tidak ditampilkan bukti yang jelas atau sumber kredibel.
Setelah ditelusuri dari situs resmi pssi.org, dan akun instagram resmi @pssi, saat ini Indonesia belum berangkat ke Malaysia untuk menjalani FIFA Matchday, jadi tentu saja berita yang disampaikan oleh kanal YouTube itu merupakan berita bohong soal pemain Timnas Indonesia diusir warga Malaysia.
Bukan hanya itu, perbedaan antara judul berita dan pembahasan sang narator, serta tidak adanya bukti-bukti menandakan bahwa berita itu berisi kebohongan lantaran bersipat manipulatif.
KESIMPULAN