Suara Denpasar - Hampir tiga tahun di Liga 2 Korea Selatan menjadi modal bagus bagi Asnawi Mangkualam Bahar untuk naik kelas. Salah satunya dia sedang berjuang bisa masuk ke Liga 1 Korea Selatan (Korsel), atau liga kasta tertinggi di negara langganan Piala Dunia ini.
Saat berbincang dengan Najwa Shihab, muncul pertanyaan besar seperti apa rencana Asnawi setelah dua tahun lebih membela klub Liga 2 di Korsel.
"Apa plan kamu ke depan? Kamu berharap perpanjang kontrak di Korea atau ada plan selanjutnya setelah ini?" tanya Najwa Shihab di kanal Youtubenya, dikutip Sabtu (24/6/2023)
Diketahui, Asnawi sudah mulai jadi pemain abroad sejak 1 Februari 2021 dengan membela Ansan Greener. Dua tahun kemudian, persisnya pada 27 Januari 2023 dia berlabuh ke Jeonnam Dragons. Akhir tahun 2023 nanti dia abis kontrak.
"Kalau planing saya bisa naik ke Liga 1 Korea dulu. Kalau bisa jauh stepnya ke Eropa ya, aku (ingin) stepnya ke tim yang lebih baik," terang pemain berusia 23 tahun ini.
Dia mengaku dua tahun lebih bermain di Liga 2 Korsel telah memberinya banyak pengalaman. Terutama bisa beradaptasi dengan baik.
"Saya ingin naik ke tim yang kastanya lebih tinggi," papar pemain asal Makassar ini.
Nah, untuk mewujudkan harapannya ini, Asnawi mengaku banyak pihak sedang berjuang membantunya. Dia pun menyebut beberapa yang bersedia menjadi backing untuk bisa mengambil peluang tersebut.
"Peluang itu ada. Sulit, tapi kami semua dari agen dan semua orang yang membantu, Coach Shin (Tae-yong), semua membantu untuk bisa mewujudkan itu. Kita lagi bekerja mendapatkan chance (peluang) itu," tandas pemain setinggi 1,74 meter ini.
Baca Juga: Duel Sengit Asnawi v Alejandro, Begini Komen Uya Kuya, Varrel, dan Ibnu Jamil
Sebagaimana diketahui, Shin Tae-yong asal Korea Selatan. Mantan gelandang serang Timnas Korsel ini tentu saja punya jaringan di negaranya.
Seakan membuka jalan bagi karier Asnawi untuk naik kelas, Shin Tae-yong mempercayakan ban kapten dalam pertandingan lawan Argentina kepada Asnawi.
Secara pengalaman di Korsel, Asnawi mengatakan yang paling menonjol adalah mentalitas dan percaya diri yang bertambah. Salah satunya adalah tidakmau kalah.
"Disiplin juga. Karena aku tinggal sendiri harus bisa ngatur waktu yang lebih baik," paparnya.
Kegarangan Asnawi sebagai bek kanan tampak saat dia membela Timnas Indonesia melawan Argentina pada 19 Juni 2023 lalu. Dia menunjukkan kepercayaan diri saat berduel dengan sayap kiri Argentina, Alejandro Garnacho. Bahkan, dia dianggap berhasil mengantongi wonderkid Manchester United tersebut.
Walau begitu, eks pemain PSM Makassar ini menyadari da berangkat dari Timnas yang peringkatnya rendah. Sehingga memang sering dianggap sebelah mataoleh klub-klub di Asia maupun di Eropa.