Suara Denpasar – Pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri baru-baru ini membeberkan alasannya memilih mundur jadi Direktur Teknik (Dirtek) PSSI.
Pengakuan itu diungkap Indra Sjafri secara blak-blakan saat dirinya menjadi bintang tamu acara bertajuk Question and Answer di salah satu stasiun TV Nasional.
Dalam sesi tanya jawab itu, Indra Sjafri mengaku tidak merasa etis apabila dirinya yang saat ini fokus jadi pelatih Timnas Indonesia tetap menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI.
Mengingat, Dirtek PSSI berperan dalam mengurusi tim nasional dan bidang kepelatihannya hingga menerima laporan segala perkembangan dan hasil evaluasi tim.
“Nanti masa sih saya sebagai pelatih tim nasional terus melaporkan ke saya sendiri. Kan enggak etis Indra Sjafri melaporkan evaluasi ke Indra Sjafri sendiri,” katanya dalam tayangan yang dibagikan kanal YouTube Metro TV, dilansir Kamis (29/6/2023).
Alhasil, pelatih berusia 60 tahun itu memutuskan mundur sebagai Direktur Teknik PSSI. Bahkan ia mengaku sudah meminta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir untuk segera mencari penggantinya.
“Sebab itu saya bilang ke pak Ketum (Erick Thohir), lebih cepatnya loncatan sepak bola ke depan coba dicari direktur teknik yang lain,” ungkapnya.
Saat disentil Kang Maman soal siapa sosok yang akan menjadi penggantinya, Indra Sjafri hanya mengatakan beberapa kemungkinannya saja.
“Mungkin dari Jerman atau mungkin dari negara lain,” katanya menjawab rasa penasaran Kang Maman.
Usai membeberkan secara terang-terangan alasannya mundur dari jabatan tersebut, host dalam acara itu melontarkan kembali pertanyaan lain.
“Jadi sebenarnya poinnya satu, coach Indra ini bukan orang yang rakus, mau rangkap jabatan dan maruk gitu ya, coach?” singgung sang host.
Namun, pertanyaan terakhir tersebut hanya dibalas Indra Sjafri dengan tawaan saja. (*)